PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memutuskan pembagian dividen tunai total sebesar Rp1,1 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026. Alokasi keuntungan ini setara dengan 50 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,2 triliun.
Seperti dilansir dari Investortrust, nilai total dividen tersebut setara dengan Rp229 per saham. Jumlah ini sudah mencakup dividen interim sebesar Rp59 per saham atau senilai Rp284,36 miliar yang sebelumnya telah ditransfer kepada pemegang saham pada 24 Oktober 2026.
Dengan demikian, investor bakal menerima pembayaran dividen final sebesar Rp170 per saham atau dengan nilai keseluruhan kumulatif mencapai Rp819,35 billion. Berdasarkan penjelasan manajemen, dividen final ini dijadwalkan cair pada 15 Mei 2026 bagi pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar per 4 Mei 2025.
Pelaksanaan hak pembayaran ini didasarkan pada mandat penuh yang diberikan pemegang saham kepada direksi perusahaan. Kewenangan dengan hak substitusi tersebut mencakup segala tindakan teknis yang diperlukan demi kelancaran proses distribusi keuntungan.
"Pembayaran dividen akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pajak, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku," jelas manajemen perseroan.
Rapat juga menyepakati sisa laba bersih tahun buku 2025 yang belum ditentukan peruntukannya dimasukkan ke dalam pos laba ditahan. Perseroan tidak menyisihkan cadangan khusus yang baru karena batas minimum ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas sudah terpenuhi.
Selain persetujuan dividen, RUPST menetapkan batas atas honorarium bagi jajaran dewan komisaris maksimal Rp4,09 miliar gross per tahun yang dibayarkan sebanyak 13 kali. Sesi rapat ini sekaligus mengesahkan laporan pengawasan komisaris beserta laporan keuangan konsolidasian 2025.