PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp1,4 triliun pada tahun 2026 untuk mendanai peningkatan produktivitas kebun sawit, Rabu (15/4/2026).
Jumlah anggaran yang disiapkan emiten berkode saham AALI tersebut mengalami kenaikan sebesar 79 persen secara tahunan, dilansir dari Investortrust. Pada periode tahun sebelumnya, realisasi penyerapan belanja modal perseroan tercatat sebesar Rp782 miliar.
Pihak manajemen merinci penggunaan dana terbesar akan dialokasikan untuk membiayai sektor perkebunan. Berdasarkan rencana anggaran, porsi untuk aktivitas penanaman ditetapkan sebesar 63,8 persen, sektor pabrik dan pelabuhan mendapat bagian 19,8 persen, sedangkan belanja non-perkebunan sebesar 16,4 persen.
Alokasi dana non-perkebunan tersebut diproyeksikan untuk pengadaan kendaraan angkut penunjang operasional kerja. Pengumuman restrukturisasi modal ini disampaikan secara resmi oleh manajemen perusahaan kelapa sawit tersebut dalam agenda rapat umum pemegang saham tahunan.
ÔÇ£Sebagian besar capex tahun 2026 akan dialokasikan untuk plantation dalam penggunaan dari planting sebesar 63,8%. Lalu mill dan port sebesar 19,8% dan non-plantation untuk kendaraan angkut segala macam sebesar 16,4% untuk mendukung produksi dan produktivitas,ÔÇØ kata Djap Tet Fa, Presiden Direktur AALI.
Percepatan program peremajaan tanaman tua menjadi fokus kerja utama perseroan sepanjang tahun ini. Langkah akselerasi replanting kebun kelapa sawit tersebut dilakukan secara masif melalui perluasan area tanam baru dan pemanfaatan varietas bibit unggul.
Berdasarkan catatan kinerja internal, perseroan telah memperluas jangkauan area peremajaan dari rata-rata awal sebesar 4.000 hektare per tahun menjadi 5.000 hektare pada tahun lalu. AALI kini menargetkan percepatan luas replanting minimal mencapai 6.000 hektare dalam jangka waktu empat tahun ke depan, serta membidik target penanaman hingga 8.000 hektare pada akhir tahun 2026.