Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) menekankan pentingnya strategi promosi wisata guna meningkatkan daya saing pariwisata nasional di pasar global, dilansir dari Detik Travel. Langkah strategis tersebut dinilai menjadi kunci utama di tengah ketatnya persaingan pariwisata dunia saat ini.
Ketua Umum Astindo Pauline Suharno menyampaikan penegasan tersebut saat membuka ajang ANTX 2026 di Jakarta pada Senin (18/5/2026). Ia menyebutkan bahwa potensi besar yang dimiliki oleh suatu destinasi wisata tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa adanya pengemasan serta strategi promosi yang tepat sasaran.
"Kalau kita punya produk tapi kita diam-diam saja, sama juga bohong. Jadi kita mesti kerja sama untuk kemas paketnya dengan baik dan mempromosikannya," ujarnya Pauline Suharno, Ketua Umum Astindo.
Destinasi wisata dunia kini disebut tengah bergeser fokus pada konsep yang mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas guna menggaet wisatawan spesifik dan bernilai tinggi. Perubahan tren global ini memicu para pelaku industri untuk mulai menggarap pasar ceruk seperti wisata gastronomi, petualangan, kebugaran, hingga sektor MICE.
Promosi yang konsisten dan kreatif juga dipandang sebagai instrumen vital dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi serta tantangan geopolitik dunia saat ini. Astindo tetap optimistis industri pariwisata domestik mampu beradaptasi, berkaca pada keberhasilan melewati masa pandemi serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran ajang besar seperti F1.
Selain itu, pergeseran perilaku generasi muda seperti Generasi Z yang kerap menggunakan media sosial sebelum bepergian menuntut penguatan promosi digital. Di sisi lain, promosi yang menampilkan kemudahan layanan dari agen perjalanan tetap dibutuhkan oleh generasi mapan yang mengutamakan kenyamanan.
"Pariwisata bukan hanya sekadar industri, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dan tentu saja bagi kita para pemangku kepentingan pariwisata. Bersama, kita bisa melakukannya," kata Pauline Suharno, Ketua Umum Astindo.
Melalui penguatan promosi wisata secara kolektif ini, sektor pariwisata Indonesia diharapkan mampu bersaing lebih unggul di tingkat internasional. Upaya kolaboratif ini sekaligus ditujukan untuk menciptakan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal serta pemangku kepentingan terkait.