ASN Protokol Jakarta Sesuaikan Ritme Kerja di Tengah Kebijakan WFH

ASN Protokol Jakarta Sesuaikan Ritme Kerja di Tengah Kebijakan WFH
Foto: Ilustrasi ASN Protokol Jakarta Sesuaikan Ritme Kerja di Tengah Kebijakan WFH.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai petugas protokol di Jakarta, Tabita, harus menyeimbangkan mobilitas tinggi dengan kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Penyesuaian ini dilaporkan pada Rabu (6/5/2026) karena ritme kerjanya sangat bergantung pada jadwal pimpinan yang dinamis.

Kebijakan kerja jarak jauh ini tidak memberikan perubahan drastis pada rutinitas harian Tabita mengingat domisilinya yang berdekatan dengan kantor. Namun, tantangan utama muncul dari karakteristik pekerjaannya yang menuntut kesiagaan penuh terhadap agenda eksternal pimpinan yang kerap berubah sewaktu-waktu.

ÔÇ£Ketika mendengar, aku merasa mungkin WFH ini tidak akan berpengaruh besar ke aku, karena aku pun domisilinya sangat dekat ke kantor,ÔÇØ katanya saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (6/5/2026), dilansir dari Lifestyle.

Tabita menjelaskan bahwa durasi kerjanya setiap hari tidak dapat diprediksi karena mengikuti intensitas kegiatan atasan. Sebagai garda depan dalam pengaturan acara, ia wajib menyesuaikan diri dengan periode sibuk pada bulan-bulan tertentu.

ÔÇ£Aku sebagai protokol juga bekerja sesuai dengan jadwal giatnya pimpinan. Jadi work hour sehari-hari juga nggak menentu, tergantung pimpinan dan agenda bulan-bulan tertentu yang padat,ÔÇØ ujarnya.

Meskipun aturan WFH telah diterapkan selama empat minggu terakhir, Tabita tidak sepenuhnya menghabiskan waktu di kediamannya. Terdapat kewajiban untuk tetap hadir secara fisik di kantor pada hari-hari tertentu guna memenuhi kebutuhan koordinasi langsung.

ÔÇ£Dari empat minggu penerapan WFH ini ada satu atau dua minggu yang mengharuskan aku ke kantor di hari Jumat. Sisanya benar-benar di kosan, bekerja jarak jauh,ÔÇØ katanya.

Dalam menjalankan tugas dari tempat tinggalnya, Tabita tetap melakukan pemantauan terhadap daftar agenda dan administrasi rutin. Meski demikian, beberapa aspek pekerjaan protokol mutlak memerlukan interaksi tatap muka dan kehadiran di lokasi acara.

ÔÇ£Lingkup pekerjaanku ini memang mengharuskan ketemu orang, dengan adanya aturan WFH ini lumayan berpengaruh. Kalau pimpinanku ada seminar atau acara di luar, maka aku harus terjun langsung ke lapangan,ÔÇØ tuturnya.

Kewajiban administratif biasanya menjadi fokus utama saat ia sedang tidak berada di lapangan. Penugasan mendadak dari pimpinan tetap menjadi prioritas yang mengharuskan ia segera berangkat meski sedang dalam jadwal WFH.

ÔÇ£Sejauh ini kerja dari rumah paling menyusun keperluan administratif yang dibutuhkan untuk program terdekat. Di luar itu, apabila ada panggilan tugas dari pimpinan, harus tetap berangkat,ÔÇØ jelasnya.

Ketergantungan pada aktivitas eksternal sering kali menyisakan sedikit beban kerja administratif saat jadwal pimpinan sedang longgar. Hal ini terkadang menimbulkan kekosongan aktivitas yang hanya bisa diselesaikan melalui koordinasi di lapangan.

ÔÇ£Kalau di waktu-waktu yang agak landai, justru bingung mau kerjain apa lagi, karena memang hanya sedikit pekerjaan administratif yang bisa aku kerjakan dari kos. Sisanya harus koordinasi langsung,ÔÇØ katanya.

Selain jadwal harian yang fluktuatif, Tabita juga sering kali harus bekerja melampaui jam kerja normal atau di akhir pekan. Penugasan luar kota untuk mendampingi pimpinan menjadi bagian dari risiko profesinya yang harus tetap dijalankan.

ÔÇ£Dalam kegiatan sehari-hari pun jam kerjaku kadang nggak menentu. Ada kalanya aku harus lembur, weekend harus ikut pimpinan hadir ke suatu acara, atau bahkan dinas keluar kota mendampingi atasan,ÔÇØ lanjutnya.

Masa WFH dimanfaatkan Tabita sebagai waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan mental di tengah padatnya jadwal lapangan. Ia memilih untuk tetap berada di kos guna menjaga kebugaran demi menghadapi potensi panggilan tugas berikutnya.

ÔÇ£Aku berusaha menikmati waktu WFH setiap minggunya, enggak nyoba kerja dari luar juga. Sebab, di weekend aku terkadang juga tetap masuk kerja,ÔÇØ ujarnya.

Momen bekerja jarak jauh memberikan kesempatan bagi petugas protokol untuk beristirahat sejenak dari tekanan agenda lapangan. Tabita menggunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke rutinitas pendampingan pimpinan.

ÔÇ£Momen WFH ini bisa aku manfaatkan untuk lebih santai, nenangin pikiran, dan mempersiapkan diri untuk panggilan kerja di weekend juga,ÔÇØ tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi