Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana di bulan Juni dengan performa yang cukup memuaskan. Setelah melewati libur panjang, indeks saham domestik tersebut berhasil mengakhiri sesi di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG tercatat menguat sebesar 1,11 persen atau bertambah 68,05 poin. Pergerakan ini membawa indeks parkir di level 6.195,43 pada akhir hari tersebut.
Aktivitas perdagangan di bursa terpantau sangat dinamis dengan total nilai transaksi yang mencapai angka Rp25,47 triliun. Sebanyak 31,25 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 2,57 juta kali frekuensi transaksi.
Kondisi pasar menunjukkan dinamika yang beragam di mana 281 saham terpantau mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 389 saham justru melemah dan 147 saham lainnya tetap stagnan atau tidak mengalami perubahan posisi.
Aksi Jual Investor Asing di Tengah Penguatan Indeks
Meskipun IHSG menunjukkan tren positif, investor asing justru terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar. Secara keseluruhan, total penjualan bersih pihak asing mencapai angka Rp1,39 triliun di seluruh pasar.
Jika dirinci lebih dalam, aksi pelepasan saham di pasar reguler menyumbang angka terbesar yaitu senilai Rp1,37 triliun. Sedangkan untuk pasar negosiasi dan pasar tunai, net sell tercatat berada di angka Rp20,41 miliar.
Aksi lepas saham oleh investor mancanegara ini cukup kontras dengan pergerakan indeks yang sedang menghijau. Fenomena ini menarik perhatian para pelaku pasar karena melibatkan beberapa emiten besar dari berbagai sektor.
Beberapa emiten di sektor energi, perbankan, hingga ritel menjadi target utama penjualan oleh investor asing. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian portofolio di awal bulan Juni oleh para pemodal internasional.
Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing
Berikut adalah rangkuman data 10 saham dengan nilai penjualan bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan Selasa:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp253,67 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp228,68 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar Rp156,07 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) sebesar Rp106,87 miliar
- PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) sebesar Rp88,86 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) sebesar Rp72,15 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp71,90 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar Rp68,65 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sebesar Rp58,73 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp48,33 miliar
Data di atas memperlihatkan bahwa emiten dari grup besar seperti Barito dan beberapa bank pelat merah masuk dalam daftar teratas. Sektor infrastruktur dan konsumsi juga tak luput dari aksi ambil untung investor asing.
Pergerakan pasar ini menjadi sinyal penting bagi investor lokal untuk tetap waspada terhadap sentimen global. Walaupun IHSG berhasil bangkit, tekanan jual dari pemodal asing perlu terus dipantau pada hari-hari perdagangan berikutnya.