PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan kinerja yang semakin solid dan berkelanjutan dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan bergabungnya perseroan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group sejak tahun 2021.
Integrasi strategis yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM tersebut berhasil memperkuat layanan keuangan bagi segmen ultra mikro di Indonesia. Hal ini tercermin dari pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator keuangan utama PNM sepanjang periode 2020 hingga 2025, seperti dikutip dari Investortrust.
Dari sisi aset, PNM mencatatkan lonjakan yang kuat dari Rp 31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp 57,0 triliun pada 2025. Pertumbuhan tersebut mencerminkan ekspansi bisnis yang semakin agresif namun tetap terjaga kualitasnya.
Sejalan dengan itu, total liabilitas perusahaan meningkat dari Rp 26,1 triliun pada 2020 menjadi Rp 45,3 triliun pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan bertambahnya kapasitas intermediasi Perseroan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera produktif.
Di sisi permodalan, fundamental PNM juga semakin kuat dengan total ekuitas yang tumbuh lebih dari dua kali lipat. Nilai ekuitas melonjak dari Rp 5,6 triliun pada 2020 menjadi Rp 11,7 triliun pada 2025.
Penguatan struktur permodalan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis. Selain itu, langkah ini sekaligus meningkatkan ketahanan perseroan dalam menghadapi dinamika ekonomi.
Kinerja profitabilitas perusahaan pun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Laba PNM melonjak dari Rp 359 miliar pada 2020 menjadi Rp 1,14 triliun pada 2025. Pertumbuhan laba ini mencerminkan ekspansi usaha dan kualitas pengelolaan risiko yang semakin matang.
Pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan kekuatan tiga entitas. Melalui sinergi ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan skala ekonomi.
Perusahaan juga berhasil memperkuat kapabilitas bisnis melalui dukungan digitalisasi. Integrasi sistem yang dilakukan terbukti semakin mendorong efisiensi operasional.
Sinergi Strategis Ekosistem Ultra Mikro
Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan melihat Holding Ultra Mikro sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas. Langkah ini terbukti mampu meningkatkan skala bisnis, efisiensi operasional, serta kualitas pertumbuhan.
"Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Hery Gunardi.
Ekosistem Ultra Mikro juga mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro. Dampak positif ini tidak hanya berpengaruh pada kinerja keuangan perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.
"Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi. Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia," kata Hery Gunardi.