Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan aset industri perbankan syariah nasional yang mencatat kenaikan dua digit hingga mencapai Rp1.061,61 triliun pada Maret 2026. Lonjakan performa ini dipicu oleh penguatan fungsi intermediasi serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah.
Data yang dilansir dari Detik Finance menunjukkan pembiayaan perbankan syariah juga tumbuh sebesar 9,82 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp716,40 triliun. Ekspansi pembiayaan yang melebihi pertumbuhan nasional tersebut turut disokong oleh penghimpunan Dana Pihak Kegan (DPK) yang melesat 11,14 persen yoy ke angka Rp811,76 triliun.
Indikator kontribusi terhadap sektor riil juga tercermin dari kenaikan rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang menyentuh angka 87,65 persen. Di samping itu, kualitas pembiayaan tetap sehat dengan rasio Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 2,28 persen dan NPF Net berada di level 0,87 persen.
"Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027," kata Dian dalam keterangan resminya, Sabtu (16/5/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengonfirmasi bahwa penataan industri kini diisi oleh tiga bank syariah berskala besar pada kelompok Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3. Langkah ini diperkuat dengan rencana pembentukan satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil spin-off tahun ini demi memperkokoh persaingan di kelompok KBMI 2.
Penguatan struktur tidak hanya menyasar bank umum, melainkan juga menyentuh sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah. OJK tengah memproses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan mengerucut menjadi 9 BPR Syariah yang lebih efisien dan berdaya saing.
"Berbagai langkah tersebut semakin memperkuat struktur industri perbankan syariah yang merupakan bentuk implementasi dari pilar pertama dalam RP3SI, yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah," ujarnya.