Kinerja industri dana pensiun di Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif pada awal tahun ini. Total aset sektor ini berhasil tumbuh dua digit secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, memaparkan data pertumbuhan tersebut. Sektor akumulasi dana ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
"Total aset per Januari 2026 tumbuh sebesar 11,21% (yoy) dengan nilai mencapai Rp 1.686,11 triliun," ujarnya, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Februari 2026, di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dikutip dari Investortrust.
Sektor pengelola dana masa tua sukarela menjadi salah satu penyumbang tren positif ini. Nilai aset dari program tersebut berhasil menyentuh angka Rp412,29 triliun pada bulan pertama tahun ini.
Pertumbuhan aset sukarela ini berada di angka 7,62 persen jika dibandingkan dengan posisi Januari 2025 yang bernilai Rp383,11 triliun. Kenaikan dana kelolaan ini juga berbanding lurus dengan pertambahan jumlah masyarakat yang menjadi anggota program.
Data regulator menunjukkan jumlah peserta aktif program sukarela kini menyentuh 5,42 juta orang. Angka keanggotaan tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,85 persen dari posisi tahun lalu yang tercatat sebanyak 5,27 juta peserta.
Sektor iuran dan pencairan manfaat dari program sukarela ini juga kompak mengalami kenaikan. Nilai setoran iuran dari peserta menembus angka Rp3,74 triliun, sementara dana manfaat yang dibayarkan mencapai Rp3,88 triliun.
Masing-masing komponen tersebut mencatatkan pertumbuhan yang bervariasi. Nilai iuran melonjak hingga 22,46 persen, sedangkan pembayaran manfaat mengalami kenaikan sebesar 9,07 persen secara tahunan.
Di sisi lain, kontribusi besar juga datang dari sektor jaminan yang bersifat wajib bagi pekerja. Kelompok ini mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta dana hari tua untuk ASN dan TNI-Polri.
Akumulasi aset untuk kategori program wajib ini mendominasi dengan total nilai mencapai Rp1.273,82 triliun. Laju pertumbuhan sektor wajib ini bahkan melampaui pertumbuhan kelompok sukarela.
"Tumbuh sebesar 12,42% (yoy)," kata Ogi.
Jumlah masyarakat yang terdaftar dalam program perlindungan wajib ini juga menunjukkan grafik yang terus meningkat. Total kepesertaan kini telah menembus angka puluhan juta orang di seluruh Indonesia.
Ogi menyatakan, jumlah peserta dari program pensiun wajib mencapai 24,43 juta per Januari 2026. Jumlah tersebut tumbuh 4% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 23,49 juta peserta.