Arie Sujito Peringatkan Dampak Sosial Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Arie Sujito Peringatkan Dampak Sosial Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Foto: Ilustrasi Arie Sujito Peringatkan Dampak Sosial Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah.

Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak melemah pada kisaran Rp17.733 per dolar AS pada Selasa (19/5) pagi, yang memicu peringatan dari Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito mengenai timbulnya dampak sosial yang meluas di masyarakat.

Pelemahan mata uang ini dilansir dari Media Indonesia berpotensi memukul kondisi sosial ekonomi warga perkotaan, khususnya kelompok kelas menengah. Tekanan terhadap anggaran rumah tangga kini memaksa masyarakat melakukan penyesuaian ulang terhadap prioritas kebutuhan hidup mereka sehari-hari akibat lonjakan biaya.

Pemerintah juga dihadapkan pada berkurangnya ruang fiskal yang mempersulit pemberian subsidi serta pembiayaan pembangunan di daerah, termasuk sektor pendidikan yang anggarannya mulai terpangkas. Respons cepat dari negara sangat dibutuhkan agar situasi ini tidak berkembang menjadi krisis stabilitas yang lebih besar.

"Kalau negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya akan beruntun," ungkap Arie Sujito, Sosiolog Universitas Gadjah Mada.

Penurunan rasa aman di masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan pokok berpotensi menggoyahkan fondasi sosial apabila kondisi ekonomi global terus menekan pasar domestik tanpa adanya antisipasi yang kuat.

"Kalau sudah masuk ke kebutuhan primer itu akan punya dampak secara sosial," jelas Arie Sujito, Sosiolog Universitas Gadjah Mada.

Ia juga melihat pelaksanaan program jaring pengaman sosial saat ini masih belum sejalan dengan fakta krisis yang dihadapi oleh masyarakat di lapangan.

"Terjadi diskoneksi antara upaya-upaya program yang dilakukan itu dengan krisis yang terjadi," tutur Arie Sujito, Sosiolog Universitas Gadjah Mada.

Langkah strategis kedaruratan harus segera diimplementasikan oleh pemerintah demi menjaga kepercayaan publik dan mengantisipasi eskalasi persoalan ekonomi menuju krisis politik.

"Apabila tekanan ekonomi terus menumpuk tanpa solusi yang jelas, kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap negara," tutup Arie Sujito, Sosiolog Universitas Gadjah Mada.

Artikel terkait

Rekomendasi