Apple Siapkan iPhone Ultra dan MacBook Ultra untuk Pasar Premium

Apple Siapkan iPhone Ultra dan MacBook Ultra untuk Pasar Premium
Foto: Ilustrasi Apple Siapkan iPhone Ultra dan MacBook Ultra untuk Pasar Premium.

Apple tengah mempersiapkan ekspansi besar pada lini produk premium mereka dengan memperkenalkan merek Ultra untuk perangkat iPhone dan MacBook. Langkah ini menandai pergeseran strategi perusahaan dalam mengategorikan perangkat kelas atas mereka.

Dilansir dari Teknologi, perusahaan raksasa tersebut berencana merilis iPhone Ultra sebagai ponsel lipat perdana yang diposisikan di puncak jajaran perangkat komunikasi mereka. Perangkat ini didesain untuk berada di atas model Pro Max.

Kehadiran iPhone Ultra menjadi upaya Apple menciptakan kategori baru dengan spesifikasi yang melampaui lini flagship saat ini. Meskipun dijadwalkan meluncur bersama seri iPhone 18 Pro pada musim gugur mendatang, model ini akan berdiri terpisah dari penomoran reguler.

Pola penamaan tersebut mengikuti jejak strategi iPhone Air yang tidak terikat pada penomoran seri utama. Mark Gurman dari Bloomberg memberikan catatan mengenai potensi keterbatasan pasokan pada masa awal peluncuran perangkat ini.

Kesulitan produksi disebabkan oleh kerumitan panel OLED near-creaseless yang dipasok eksklusif oleh Samsung. Komponen canggih tersebut dilaporkan memiliki tingkat hasil produksi yang masih rendah saat ini.

"Produksi awal iPhone Ultra ditargetkan hanya sekitar 7 juta hingga 8 juta unit, jauh di bawah volume produksi iPhone 18 Pro," kata Gurman dilansir dari MacRumors, Selasa (28/4/2026).

Informasi mengenai kendala produksi ini sempat memberikan dampak pada pasar saham Apple yang dilaporkan mengalami penurunan lebih dari 5 persen. Namun, para analis tetap memproyeksikan pengenalan produk pada bulan September.

Data teknis dari purwarupa yang beredar menunjukkan iPhone Ultra akan memiliki ketipisan ekstrem, yakni hanya 4,5 mm saat layar dibuka. Dimensi yang sangat tipis ini membawa perubahan besar pada sistem keamanan perangkat.

Apple dikabarkan harus menanggalkan Face ID dan kembali menggunakan Touch ID yang diletakkan pada tombol samping atau di bawah layar. Selain itu, fitur MagSafe dan Action Button juga absen akibat keterbatasan ruang internal.

Perubahan tata letak juga menyasar tombol volume yang dipindahkan ke sisi atas, mirip dengan desain pada iPad mini. Dari sektor fotografi, perangkat lipat ini hanya akan membawa sistem kamera ganda, yaitu lensa wide dan ultra-wide.

Berbeda dengan jajaran Pro, iPhone Ultra tidak akan dibekali lensa telefoto dan sepenuhnya mengandalkan teknologi eSIM tanpa slot fisik. Strategi harga untuk perangkat ini diperkirakan mencapai US$1.999 atau sekitar Rp34 jutaan.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone 17 Pro yang dijual mulai US$1.099 atau sekitar Rp18 jutaan. Di sisi lain, Apple juga sedang mengembangkan MacBook Ultra yang akan mengusung panel layar sentuh OLED.

Laptop ini dirancang untuk menduduki kasta di atas MacBook Pro dengan fitur-fitur baru bagi ekosistem Apple. Namun, peluncuran MacBook Ultra yang semula ditargetkan akhir tahun ini kemungkinan mundur ke awal 2027.

Hambatan pada rantai pasokan memori (RAM) menjadi penyebab utama tertundanya jadwal produksi massal komputer portabel tersebut. Penggunaan nama Ultra ini memperkuat konsistensi branding yang sudah dimulai pada cip M-series dan Apple Watch Ultra.

Rumor lebih lanjut menyebutkan bahwa Apple tidak akan berhenti pada ponsel dan laptop saja. Perusahaan dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan pengembangan AirPods Ultra untuk melengkapi ekosistem kelas atas mereka di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi