Apple Luncurkan MacBook Neo Murah Rp10 Jutaan di Indonesia

Apple Luncurkan MacBook Neo Murah Rp10 Jutaan di Indonesia
Foto: Ilustrasi Apple Luncurkan MacBook Neo Murah Rp10 Jutaan di Indonesia.

Apple resmi meluncurkan produk laptop terbaru MacBook Neo di pasar Indonesia pada Jumat (22/5/2026). Perangkat yang dikenal sebagai "MacBook murah" ini dijual dengan kisaran harga Rp10 jutaan, sebagaimana dilansir dari Suara.

Kehadiran produk anyar dari Apple tersebut berpotensi besar memanaskan persaingan pasar laptop kelas menengah premium di tanah air. Selama ini, segmen pasar produktivitas dan laptop premium terjangkau tersebut didominasi oleh perangkat berbasis Windows seperti Acer, ASUS, HP, hingga Lenovo.

Langkah strategis kini sedang dipersiapkan oleh para kompetitor, termasuk Acer Indonesia yang menyatakan sedang memantau respons pasar terhadap laptop dengan ekosistem macOS tersebut. Pihak manajemen Acer akan melihat dampak penjualan MacBook Neo sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

"Kita akan memonitor di situ. Ketika nanti hasilnya bagus atau tidak, pastinya Acer akan melihat apakah Acer akan membuat yang sama di range harga seperti itu, atau seperti apa," ujar Matius Tirtawirya, Consumer and Gaming Notebook Product Manager Acer Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Matius Tirtawirya menilai bahwa persaingan di industri laptop tidak semata-mata ditentukan oleh penawaran harga yang murah. Menurutnya, faktor utama yang tetap menjadi fokus adalah kenyamanan dan pengalaman menyeluruh dari para pengguna perangkat.

"Karena yang pasti yang kita lihat adalah pengalaman pengguna," tegas Matius Tirtawirya.

Perusahaan manufaktur komputer asal Taiwan ini menyatakan komitmen untuk tetap fokus dalam menyediakan laptop berkualitas optimal. Acer menekankan pentingnya aspek performa dan kesesuaian spesifikasi perangkat dengan kebutuhan riil dari konsumen di Indonesia.

"Ketika di range harga seperti itu, dengan spesifikasi seperti itu kurang memuaskan mungkin kita tidak akan mengeluarkan solusi serupa, tapi poin utamanya adalah pengalaman pengguna," kata Matius Tirtawirya.

Artikel terkait

Rekomendasi