Apple dilaporkan tengah menjajaki opsi kerja sama dengan Intel dan Samsung Electronics untuk memproduksi unit pemrosesan perangkat mereka, mulai dari iPhone hingga komputer Mac. Langkah diversifikasi ini diambil guna mengamankan rantai pasokan di tengah pengetatan stok semikonduktor global yang dipicu oleh tingginya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan.
Ketergantungan besar Apple terhadap TSMC sebagai produsen utama chip seri A dan M menjadi latar belakang pencarian alternatif manufaktur ini. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dilansir dari Tekno, perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut sedang membuka pembicaraan awal untuk memindahkan sebagian produksi ke fasilitas di Amerika Serikat.
Eksekutif Apple dikabarkan telah mengunjungi lokasi pembangunan pabrik milik Samsung di Texas untuk meninjau kesiapan manufaktur. Selain itu, diskusi dengan Intel juga dilakukan guna memetakan kemampuan produksi chip perusahaan tersebut di masa depan.
Meski pertemuan intensif telah dilakukan, proses negosiasi ini dilaporkan masih berada pada tahap awal tanpa adanya komitmen pesanan resmi. Apple tetap bersikap waspada mengingat skala produksi serta tingkat keandalan Intel dan Samsung dianggap belum setara dengan standar yang selama ini diberikan oleh TSMC.
Tekanan pada industri semikonduktor semakin meningkat seiring melonjaknya permintaan chip untuk server dan pusat data berbasis AI. Fenomena ini menyebabkan kapasitas produksi global tersedot secara masif ke sektor kecerdasan buatan, sehingga memicu peringatan akan terjadinya kelangkaan chip yang lebih parah.
Samsung mencatatkan lonjakan keuntungan signifikan pada divisi chip mereka akibat tren AI tersebut, namun turut memberikan proyeksi mengenai risiko krisis pasokan. Pihak Samsung memperingatkan bahwa kekurangan semikonduktor global diperkirakan masih akan memburuk hingga tahun 2027.
Dampak dari kelangkaan ini diprediksi akan menyasar konsumen akhir melalui kenaikan harga perangkat elektronik. Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa harga laptop dan ponsel pintar berpotensi mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan chip memori yang terserap oleh kebutuhan sektor AI.
Situasi serupa terjadi pada pasar prosesor PC, di mana produsen kini harus menghadapi antrean pesanan yang panjang. Dilansir dari TomÔÇÖs Hardware, produsen komputer saat ini menghadapi daftar tunggu pasokan chip dari Intel dan AMD hingga durasi enam bulan akibat tingginya permintaan dari penyedia layanan awan skala besar.
Upaya Apple mendekati Intel dan Samsung juga dipandang sebagai strategi memperkuat posisi di Amerika Serikat di tengah dinamika geopolitik global. Langkah ini bertujuan meminimalisir risiko gangguan produksi yang mungkin terjadi di kawasan Taiwan di masa mendatang.