Raksasa teknologi Apple melaporkan penggunaan material daur ulang sebesar 30 persen di seluruh jajaran produk yang dikirimkan sepanjang tahun 2025 pada Minggu (19/2/2026). Pencapaian ini tertuang dalam Environmental Progress Report tahunan yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan perusahaan tersebut.
Data yang dilansir dari Detik iNET menyebutkan bahwa beberapa komponen krusial pada perangkat Apple kini telah mencapai ambang batas 100 persen material daur ulang. Seluruh baterai rancangan perusahaan kini memanfaatkan kobalt daur ulang sepenuhnya, sementara elemen tanah jarang digunakan pada seluruh bagian magnet.
Inovasi material ini juga merambah ke sektor papan sirkuit yang menggunakan pelapisan emas serta penyolderan timah dari hasil daur ulang total. Selain itu, Apple telah mengeliminasi penggunaan plastik pada seluruh kemasan produk barunya dan beralih ke material berbasis serat yang dapat diproses kembali oleh konsumen di rumah.
MacBook Neo tercatat sebagai perangkat dengan proporsi material ramah lingkungan tertinggi dibandingkan lini produk lainnya. Laptop kategori terjangkau ini mengintegrasikan 60 persen material daur ulang dalam keseluruhan konstruksinya.
Perusahaan juga memperkenalkan teknik pembentukan aluminium baru yang diklaim hanya membutuhkan separuh bahan baku dari metode konvensional. Penemuan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi sumber daya pada proses manufaktur perangkat keras terbaru mereka.
Pada sektor pengelolaan air, Apple bersama para pemasok mengembangkan teknologi anodisasi yang mampu meningkatkan efisiensi daur ulang air hingga 70 persen. Sistem ini direncanakan akan diterapkan secara lebih luas pada berbagai lini produksi dalam beberapa tahun mendatang.
Inisiatif tersebut berhasil menghemat sekitar 17 miliar galon air bersih sepanjang tahun 2025, dengan lebih dari setengah penggunaan air fasilitas global telah diganti. Saat ini, delapan pusat data milik Apple telah mengantongi sertifikasi standar Alliance for Water Stewardship.
Program Energi Bersih Pemasok juga menunjukkan hasil positif dengan perolehan lebih dari 20 gigawatt energi terbarukan. Pasokan listrik ini setara dengan kebutuhan lebih dari 3,4 juta rumah di Amerika Serikat dalam satu tahun.
Apple secara mandiri menambah kapasitas listrik sebesar 1,8 gigawatt guna menyokong operasional kantor, toko ritel, dan pusat data mereka. Perusahaan tetap berkomitmen untuk mengganti seluruh air yang dikonsumsi oleh fasilitas mereka pada tahun 2030.