Apindo Sambut Kredit Murah Peremajaan Mesin Industri Manufaktur

Apindo Sambut Kredit Murah Peremajaan Mesin Industri Manufaktur
Foto: Ilustrasi Apindo Sambut Kredit Murah Peremajaan Mesin Industri Manufaktur.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung rencana pemerintah menyediakan fasilitas kredit berbunga rendah sebesar 6 persen untuk program peremajaan mesin industri manufaktur, garmen, dan sepatu pada Senin (18/5/2026).

Langkah strategis ini dinilai penting demi menjaga daya saing sektor padat karya nasional, seperti dilansir dari Industri. Dukungan pembiayaan kompetitif tersebut juga diproyeksikan mampu menekan biaya produksi di tengah ketatnya tekanan pasar global.

Ketua Umum Bidang Perdagangan Apindo Anne Patricia Sutanto menjelaskan bahwa modernisasi mesin kini menjadi kebutuhan mendesak. Sektor tekstil dan garmen juga harus memenuhi standar keberlanjutan serta dekarbonisasi yang dituntut oleh pembeli global.

"Program ini menjadi langkah yang sangat strategis di tengah tekanan global, meningkatnya biaya produksi, serta persaingan dengan produk impor," ujar Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Bidang Perdagangan Apindo.

Industri garmen dan tekstil tercatat menyerap sekitar 3,96 juta tenaga kerja dengan nilai ekspor mencapai US$ 12,08 miliar pada 2025. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan minat investasi restrukturisasi mesin mencapai Rp 847 miliar, sedangkan alokasi program saat ini baru Rp 24 bahtera.

"Efektivitas implementasi menjadi kunci. Insentif hanya akan berdampak apabila mudah diakses, konsisten, tepat sasaran, serta disertai mekanisme evaluasi yang terukur," kata Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Bidang Perdagangan Apindo.

Sejumlah pelaku usaha dilaporkan mulai mengalokasikan belanja modal untuk peremajaan infrastruktur produksi ini. Minat pemanfaatan program diperkirakan tinggi demi mendongkrak efisiensi dan mengurangi limbah produksi.

"Modernisasi mesin saat ini bukan lagi sekadar ekspansi usaha, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga produktivitas dan daya saing di tengah tekanan pasar global," jelas Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Bidang Perdagangan Apindo.

Penerapan program secara optimal diharapkan mampu menguatkan rantai pasok nasional serta meningkatkan kepercayaan investor. Pembaruan teknologi dinilai menjadi instrumen utama dalam mempercepat transformasi menuju industri 4.0.

"Apabila program ini berjalan optimal, dampaknya tidak hanya pada peningkatan utilisasi industri dan ekspor manufaktur, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja, penguatan rantai pasok nasional, dan peningkatan kepercayaan investor," imbuh Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Bidang Perdagangan Apindo.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penyaluran kredit murah ini akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pemerintah juga bersiap melakukan pemetaan perusahaan manufaktur bersama Kementerian Perindustrian.

Artikel terkait

Rekomendasi