Operasional angkot AC di Kota Depok dijadwalkan berakhir pada Sabtu (2/5/2026) setelah sebelumnya menjadi inovasi transportasi publik dengan fasilitas pendingin kabin. Kendaraan yang menggunakan basis mobil penumpang ini akan berhenti melayani warga setelah sempat mengoperasikan delapan unit armada di jalanan kota.
Penggunaan mobil penumpang sebagai basis angkutan umum menjadi ciri khas utama layanan ini sejak pertama kali diluncurkan. Berdasarkan data teknis yang dilansir dari Otomotif, armada tersebut menggunakan unit Wuling Confero yang memiliki dimensi panjang hingga 4.530 mm dan jarak sumbu roda 2.720 mm.
Dapur pacu armada ini mengandalkan mesin 1.485cc yang mampu menghasilkan tenaga 98 TK pada 5.800 RPM serta torsi maksimal 135 Nm. Seluruh tenaga dari mesin tersebut disalurkan menuju roda belakang melalui sistem transmisi manual lima percepatan.
Koordinator Lapangan PT Comuter Anak Bangsa (CAB), Dodi, memberikan rincian mengenai jumlah armada yang beroperasi selama ini saat ditemui di Terminal Jatijajar pada Rabu (29/4/2026).
"Kami pakai Wuling Confero. Semuanya menggunakan AC. Jumlahnya ada delapan unit," kata Dodi, Koordinator Lapangan PT Comuter Anak Bangsa (CAB).
Pihak pengelola telah melakukan modifikasi signifikan pada interior kendaraan untuk memastikan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Bagian kabin diubah dengan pengaturan kursi yang saling berhadapan guna memaksimalkan daya tampung di dalam mobil.
Kapasitas angkut kendaraan ini dirancang untuk membawa hingga 10 orang dalam satu kali perjalanan. Penumpang dibagi ke dalam formasi lima orang di sisi kanan, tiga orang di sisi kiri, dan satu orang pada kursi depan di samping pengemudi.
Modifikasi fisik juga dilakukan pada bagian eksterior, termasuk peninggian atap untuk memberikan ruang kepala yang lebih luas bagi penumpang. Akses keluar masuk hanya disediakan melalui pintu sisi kiri yang telah dilengkapi pijakan kaki khusus, sementara pintu kanan dihilangkan demi keamanan.
Guna memudahkan identifikasi oleh calon penumpang dari jarak jauh, setiap unit armada dilengkapi dengan perangkat running text LED pada bagian atap. Penghentian layanan ini menandai akhir dari pengoperasian kendaraan niaga berbasis mobil penumpang di wilayah Depok.