Kementerian Keuangan menyerahkan proses pemulihan lahan sawah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kepada Kementerian Pertanian pada Selasa (9/12/2025). Pemerintah menyiapkan pengalihan anggaran cetak sawah tahun 2025 guna merekonstruksi lahan pertanian yang rusak akibat bencana tersebut.
Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman DJA Kemenkeu, Tri Budhianto, menjelaskan bahwa ketersediaan dana untuk optimalisasi lahan dipastikan aman setiap tahunnya. Dilansir dari Investortrust, alokasi dana cetak sawah untuk tahun anggaran 2025 mencapai angka Rp10,9 triliun.
ÔÇ£Sebetulnya tinggal Kementerian Pertanian, memfokuskan untuk tahun depan, memulihkan lahan yang ada di wilayah bencana,ÔÇØ kata Tri Budhianto, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman DJA Kemenkeu.
Data realisasi hingga Oktober 2025 menunjukkan penggunaan anggaran telah mencapai Rp6,6 triliun untuk luasan lahan 160.500 hektare. Tri Budhianto menegaskan bahwa fokus lokasi pengerjaan kini dapat digeser ke wilayah terdampak bencana agar proses pemulihan berjalan cepat.
ÔÇ£Jadi anggaran yang ada untuk cetak sawah, untuk pemulihan atau optimalisasi lahan bisa semua dikerahkan. Lokusnya, yang difokuskan di sana dulu, jadi anggarannya sudah bisa tersedia, sudah bisa dilaksanakan,ÔÇØ kata Tri Budhianto, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman DJA Kemenkeu.
Pemerintah akan melakukan pembersihan lahan terlebih dahulu sebelum proses teknis persawahan dimulai. Kemenkeu terus memantau kelayakan sisa lahan pascabencana untuk memastikan area tersebut masih produktif untuk dijadikan lahan pertanian kembali.
ÔÇ£Itu pun tidak bisa langsung, kita proses yang terjadinya bencana kan tidak bisa langsung diolah. Pasti ada pembersihan, dan sebagainya,ÔÇØ kata Tri Budhianto, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman DJA Kemenkeu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menyatakan komitmen pemerintah pusat untuk mengambil alih seluruh beban rekonstruksi lahan. Berdasarkan laporan Kementan, terdapat sekitar 40.000 hektare lahan di Sumatra yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir dan material longsor.
ÔÇ£Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti menjadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan, benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,ÔÇØ kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Proses pemulihan mencakup pemberian benih gratis hingga penyediaan alat mesin pertanian tanpa membebani biaya kepada petani. Mentan memberikan tenggat waktu dua minggu bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan administrasi batas tanah agar pengerjaan fisik segera dimulai.
ÔÇ£Kita akan perbaiki kembali. Itu tanggung jawab pusat. Kami yang ambil alih,ÔÇØ jelas Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.