Andra Matin Desain Artotel Leguna Magelang Terinspirasi Stupa Borobudur

Andra Matin Desain Artotel Leguna Magelang Terinspirasi Stupa Borobudur
Foto: Ilustrasi Andra Matin Desain Artotel Leguna Magelang Terinspirasi Stupa Borobudur.

Arsitek kenamaan Andra Matin merancang bangunan Artotel Leguna Magelang dengan konsep unik yang mengadopsi filosofi stupa Candi Borobudur pada Sabtu (25/4). Gedung berbentuk persegi ini sengaja dibangun menghadap empat penjuru mata angin guna menyajikan panorama perbukitan dan gunung bagi para tamu.

Pemilihan desain tersebut didasari oleh kondisi geografis wilayah sekitar yang dikelilingi oleh bentang alam pegunungan yang estetis. Dilansir dari Detik Travel, bangunan ini tidak sekadar berfungsi sebagai penginapan, melainkan juga menonjolkan sisi artistik melalui fasad dan struktur interiornya.

"Kota Magelang itu tidak flat, tapi dia berbukit. Kemudian ada beberapa gunung sekitar sini yang pemandangannya sangat bagus. Kenapa kamar-kamar di hotel ini menghadap hampir ke empat sisi, karena keempat sisinya bagus semua," ungkap Andra Matin, Arsitek.

Visualisasi kemegahan Borobudur diterjemahkan ke dalam bentuk atrium oval yang menjulang tinggi di area tengah hotel. Struktur ini meruncing dari lantai mezanin hingga atap kaca transparan untuk memaksimalkan masuknya cahaya matahari ke area lobi secara alami.

Bagian dinding struktur tersebut dilengkapi dengan lubang-lubang segitiga yang disusun secara acak serta platform balkon yang menjorok ke tengah sebagai fasilitas bagi pengunjung. Desain ini bertujuan menciptakan suasana puitis di dalam ruang utama hotel.

"Saya membayangkan kita ada di dalam suatu stupa di Borobudur, dimana stupa itu manifestasinya adalah perluasan lobby yang sangat tinggi. Kemudian di atas itu ada celah, ada lubang dimana sinar masuk ke dalam supaya menerangi area seluruhnya, dengan demikian daerah situ menjadi sangat puitis dan megah," jelas Andra Matin, Arsitek.

Pemberian jendela kecil yang tidak teratur pada struktur interior berfungsi untuk mengaburkan batas antar lantai sehingga menciptakan kesan skulptural yang kuat. Hal ini sejalan dengan identitas merek hotel yang mengedepankan unsur seni pada setiap elemen bangunannya.

"Orang akan suprise ketika masuk dan melihat ruang itu. Kami memberikan jendela-jendela kecil yang tidak teratur supaya mengaburkan masing-masing lantai, jadi nggak ketahuan itu berapa lantai dan dimana lantai berada, jadi kayak acak, sangat scluptureal. Jadi inilah Artotel, hotel yang ada art-nya," terang Andra Matin, Arsitek.

Selain interior, keunikan arsitektur juga tampak pada fasad luar yang menggunakan jendela berbentuk segitiga dengan penempatan asimetris. Desain bukaan ini berfungsi secara fungsional untuk mendukung sirkulasi udara sehingga area koridor tetap sejuk tanpa memerlukan perangkat pendingin ruangan.

"Jendela-jendela di luar juga inspirasinya dari Borobudur, dari stupa dan arca borobudur, supaya lebih hemat energi, dengan ada sinar dari atas, koridor kamar itu juga tidak menggunakan AC. Angin bisa lewat di koridor, kita mengurangi cost dari operasional, itu kira-kira alasan bentuk ekspresi dari Artotel ini," pungkas Andra Matin, Arsitek.

Artikel terkait

Rekomendasi