Andi Gani Tanggapi Penolakan Buruh terhadap Program Makan Bergizi

Andi Gani Tanggapi Penolakan Buruh terhadap Program Makan Bergizi
Foto: Ilustrasi Andi Gani Tanggapi Penolakan Buruh terhadap Program Makan Bergizi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memberikan penjelasan mengenai aksi massa buruh yang menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bermanfaat saat peringatan Hari Buruh Internasional pada Rabu (6/5/2026) di Jakarta.

Penolakan tersebut muncul dari kalangan pekerja yang masih berstatus lajang karena menganggap kebijakan tersebut hanya menyasar segmen keluarga, bukan individu pekerja tanpa tanggungan. Sebagaimana dilansir dari Nasional, Andi Gani mengonfirmasi bahwa mereka yang bersuara merupakan anggota organisasinya.

"Oh iya pak, karena kami lajang Pak, jadi MBG itu buat keluarga. Kami lebih baik itu buat pembukaan kesempatan kerja," kata Andi kepada Kompas.com menirukan pernyataan buruh.

Pimpinan organisasi buruh tersebut mengaku telah melakukan penelusuran identitas terhadap pihak-pihak yang melontarkan teriakan penolakan tersebut. Berdasarkan identifikasi seragam, dipastikan bahwa massa yang terlibat memang merupakan anggota dari KSPSI.

"Kami pimpinan buruh mengerti yang bicara di situ kan anggota-anggota kami langsung. Seragamnya kami tahu dari mana, ada sebagian anggota saya. Nah saya bertanya, 'Lho kenapa kamu tidak mendukung?', 'Oh iya Pak, karena saya belum nikah Pak, jadi saya nggak dapat apa-apa'," ucap Andi.

Ketua umum serikat pekerja ini juga menunjukkan bukti dokumentasi berupa dua video yang memperlihatkan respons kontradiktif dari para peserta di lapangan. Satu video menampilkan dukungan melalui tepuk tangan, sementara video lainnya merekam aksi protes langsung terhadap efektivitas program.

Andi mengapresiasi keberanian para anggotanya dalam menyampaikan aspirasi yang jujur secara terbuka meskipun posisi mereka berada langsung di hadapan kepala negara. Baginya, ketidaksediaan buruh untuk mengikuti arahan normatif merupakan bagian dari dinamika berpendapat.

"Tetapi itulah ekspresi demokrasinya buruh," tegas Andi.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa internal organisasi buruh tidak melakukan pengondisian atau pemberian instruksi khusus untuk memberikan jawaban yang bersifat formalitas semata. Respon buruh sepenuhnya didasarkan pada kenyamanan dan relevansi program terhadap kebutuhan hidup mereka.

"Enggak bisa gerakan buruh dibriefing walaupun di depan Presidennya. Enggak bisa kita atur mereka untuk nurut, kecuali kita sampaikan bahwa ini untuk kebaikan, baru mereka siap semua. Nah kalau misalnya mereka merasa tidak nyaman, ya pasti mereka jawab tidak. Ini kan satu hal yang tidak bisa kita paksakan gitu," jelas Andi.

Meskipun terjadi dinamika penolakan di lokasi, Andi Gani memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyikapi situasi tersebut dengan tenang tanpa memberikan reaksi negatif. Tidak ada tindakan disiplin atau teguran yang diberikan kepada para buruh yang menyuarakan ketidaksetujuan mereka.

"Nggak ada, tidak ada apa namanya, tidak ada teguran apapun, demokrasi. Nggak ada, nggak boleh kita apa namanya, mengekang demokrasi nggak boleh. Nggak mau saya gitu lho," ungkap Andi.

Artikel terkait

Rekomendasi