Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan dorongan kuat kepada kalangan pengusaha, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran signifikan dalam industri kelapa nasional. Langkah ini difokuskan pada penguatan sektor hilirisasi guna mengoptimalkan potensi komoditas tersebut.
Upaya memperkuat hilirisasi ini dipandang sebagai strategi krusial untuk mendongkrak nilai tambah kelapa di pasar internasional. Sebagaimana dilansir dari Suara, industri kelapa di dalam negeri saat ini masih memiliki peluang besar yang belum tergarap maksimal, terutama pada sisi pengolahan produk turunan.
Indonesia diketahui memiliki cadangan sumber daya kelapa yang sangat melimpah. Potensi ekonomi komoditas ini dapat meningkat drastis apabila tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah semata, melainkan melalui transformasi menjadi berbagai produk olahan bernilai tinggi.
"Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah. Tapi industri pengolahannya masih terbatas. Ini peluang besar yang harus segera diambil," ujar Amran kepada wartawan pada Minggu, 3 Mei 2026.
Kementerian Pertanian kini tengah melakukan percepatan pengembangan kawasan hilirisasi kelapa secara masif di tingkat nasional. Kebijakan ini merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah untuk memperkokoh sektor perkebunan serta memperluas basis industri domestik.
Pemerintah menetapkan target ambisius untuk perluasan kawasan hilirisasi kelapa mencapai 150.000 hingga 154.000 hektare sepanjang tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2025 yang hanya mencakup area sekitar 11.515 hektare.
Melalui program transformasi produk ekspor dari bahan mentah menjadi olahan, proyeksi penyerapan tenaga kerja diperkirakan akan sangat besar. Skema hilirisasi perkebunan nasional ini ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi hingga 1,6 juta orang hingga tahun 2027 mendatang.
Bagi para pelaku bisnis yang ingin terjun ke sektor strategis ini, Amran menekankan bahwa keberanian dalam mengambil keputusan investasi sangatlah vital. Ia mendorong para pengusaha untuk segera melakukan aksi nyata di lapangan tanpa terlalu lama terjebak dalam proses pemikiran.
"Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali," ucapnya.
Selain faktor keberanian, orientasi pada solusi serta konsistensi menjadi elemen penting dalam membangun fondasi bisnis jangka panjang. Integritas dan karakter yang kuat dinilai sebagai kunci utama agar pelaku usaha mampu bertahan di tengah ketatnya kompetisi industri global.
"Sukses itu ada di pikiran. Kalau kita fokus pada solusi dan terus bergerak, insya Allah berhasil," katanya.
Amran juga mengingatkan para pengusaha untuk senantiasa memiliki visi besar dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang ada. Sikap rendah hati dan keinginan untuk terus berkembang menjadi benteng agar pelaku industri tidak mengalami kegagalan di masa depan.
"Pengusaha harus punya mimpi besar, tidak cepat puas, dan tidak merasa paling hebat. Itu kunci agar tidak gagal," tuturnya.
Melihat tren kebutuhan dunia terhadap produk turunan kelapa yang terus meningkat, Indonesia berpeluang menjadi pemimpin pasar global. Keberhasilan ini sangat bergantung pada integrasi pembangunan sektor kelapa yang dilakukan secara menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir.
"Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua: lahan, iklim, dan sumber daya," pungkasnya.