Kehadiran model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Claude Mythos menjadi perhatian serius para pemimpin ekonomi global. Inovasi besutan Anthropic ini dinilai bukan sekadar teknologi biasa karena kemampuannya yang dianggap mengancam stabilitas sistem keuangan dunia.
Isu mengenai Mythos bahkan mencuat dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada April lalu. Dilansir dari Tekno, para menteri keuangan dan bankir global memperdebatkan potensi risiko besar yang dibawa oleh model AI tersebut.
Dikutip dari The Guardian, Mythos merupakan fondasi teknologi chatbot yang diklaim Anthropic sebagai ancaman nyata bagi keamanan siber organisasi mana pun. Model ini resmi diumumkan pada 7 April 2026, namun perusahaan memutuskan untuk tidak merilisnya ke publik.
Keputusan tersebut diambil karena Mythos memiliki kemampuan mengidentifikasi celah tersembunyi pada sistem IT yang bisa dimanfaatkan peretas. Model ini mampu mengeksploitasi celah "zero-day" pada sistem operasi dan browser penting yang selama ini tidak terdeteksi oleh pengembang.
Anthropic menyebut penemuan ini sebagai "momen bersejarah bagi keamanan siber". Beberapa kelemahan sistem yang ditemukan Mythos dilaporkan telah terkubur selama puluhan tahun tanpa pernah disadari sebelumnya.
Evaluasi Risiko dan Respons Global
AI Security Institute (AISI) Inggris menyimpulkan adanya peningkatan kapabilitas signifikan pada Mythos dibanding model AI sebelumnya. Dalam uji coba, Mythos menjadi model pertama yang berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber kompleks sebanyak 32 langkah.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent merespons temuan ini dengan memanggil pimpinan bank besar seperti Goldman Sachs dan Citi. Di Inggris, isu ini masuk dalam agenda Cross Market Operational Resilience Group yang melibatkan Bank of England dan National Cyber Security Centre.
Pemerintah dan perusahaan teknologi raksasa mencoba memitigasi risiko melalui Project Glasswing. Sekitar 40 perusahaan, termasuk Apple, Google, JP Morgan, hingga Nvidia, mendapat akses awal untuk menguji Mythos guna memperkuat sistem pertahanan siber mereka.
Dampak Pasar dan Risiko Operasional
CEO Barclays CS Venkatakrishnan menegaskan perlunya pemahaman mendalam terhadap risiko ini, terutama terkait kerentanan yang mungkin terekspos. Gubernur Bank of England Andrew Bailey juga mengimbau agar perkembangan ini ditanggapi dengan sangat serius.
Sentimen negatif terhadap ancaman AI ofensif ini berdampak langsung pada bursa saham. Kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber global dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS atau setara Rp 248 triliun dalam satu hari pada akhir Maret 2026.
Saham Palo Alto Networks turun 6 hingga 7,5 persen, sementara CrowdStrike dan Zscaler masing-masing melemah lebih dari 7 persen. Investor mulai mengkhawatirkan relevansi model bisnis keamanan konvensional di tengah pesatnya perkembangan AI ofensif.
Kekhawatiran semakin memuncak setelah Anthropic mengonfirmasi adanya penyelidikan internal pada Rabu (22/4). Laporan menyebutkan adanya akses tidak sah ke model Mythos oleh segelintir pengguna di sebuah forum daring privat.