Analisis Teknis Kecelakaan Innova di Tol Paspro Ungkap Bahaya Underride Crash

Analisis Teknis Kecelakaan Innova di Tol Paspro Ungkap Bahaya Underride Crash
Foto: Ilustrasi Analisis Teknis Kecelakaan Innova di Tol Paspro Ungkap Bahaya Underride Crash.

Kecelakaan maut menimpa kendaraan rombongan anggota DPR RI, Muhammad Hilman Mufida (Gus Hilman), di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) Km 834 B pada Sabtu (23/5/2026). Peristiwa ini memberikan peringatan keras bagi para pengguna jalan tol mengenai aspek keselamatan berkendara.

Mobil Toyota Innova bernopol N-1297-NB tersebut hancur parah di bagian depan setelah menghantam bagian belakang sebuah dump truck. Kondisi para penumpang di dalam kendaraan dipastikan mengalami dampak yang cukup fatal.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Taufik, memberikan keterangan resmi mengenai kondisi para korban pascakejadian.

"Untuk korban ada empat orang. Dua meninggal dunia, satu dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya dan satu lainnya dirawat di rumah sakit," ungkap Aipda Taufik pada Sabtu (23/5/2026) seperti dilansir dari Instagram malangraya_info yang dikutip dari Suara.

Pihak kepolisian menduga sopir Innova, Mahrus Ali (36), mengalami kantuk atau microsleep saat mengemudi. Secara teknis otomotif, kerusakan parah pada mobil disebabkan oleh kombinasi hilangnya waktu pengereman dan fenomena underride crash.

Kondisi Toyota Innova yang remuk hingga pilar A menunjukkan terjadinya fenomena underride crash. Karakteristik kecelakaan ini terjadi saat moncong mobil penumpang menyusup ke bawah kolong kendaraan komersial yang berukuran besar.

Dampak dari underride crash membuat sasis Innova gagal meredam benturan karena langsung menghantam kolong truk. Sistem keselamatan crumple zone pada mobil modern menjadi tidak berfungsi optimal akibat ground clearance dump truck yang tinggi.

Bagian kap mesin, kaca depan, dan pilar A langsung menghantam bak besi truk secara frontal. Komponen pilar A tidak dirancang untuk menahan beban seberat itu sehingga kabin mobil penumpang seketika ringsek. Sensor airbag pada bumper juga berpotensi terlambat merespons.

Petaka Microsleep dan Estimasi Jarak Pengereman

Kondisi fatal ini diperparah oleh hilangnya kesadaran singkat pengemudi atau microsleep. Jika mobil melaju dengan kecepatan 100 km/jam, kendaraan akan berpindah sejauh 27,7 meter setiap detik. Microsleep 2 detik pada 100 km/jam membuat mobil meluncur tanpa kendali sejauh 55 meter.

Saat pengemudi tersadar, proses menghentikan MPV sekelas Toyota Innova memerlukan waktu. Kendaraan berbobot kosong 1,7 ton ini menghasilkan momentum besar jika ditambah berat empat penumpang hingga totalnya mencapai 2 ton.

Sopir membutuhkan waktu reaksi sekitar 1 hingga 1,5 detik untuk menginjak rem, membuat mobil melaju lagi sejauh 28 meter. Dalam kondisi rem diinjak penuh, MPV sekelas Innova membutuhkan jarak pengereman hingga 80 meter untuk berhenti dari 100 km/jam.

Total jarak aman yang dibutuhkan sejak sopir sadar hingga mobil berhenti adalah 70 sampai 80 meter. Benturan hebat dengan truk di depan tidak dapat dihindari apabila jarak kendaraan lebih pendek dari angka krusial tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi