Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penurunan sebesar 33,5% dalam jangka waktu satu tahun terakhir. Meski demikian, analis pasar modal masih memberikan pandangan positif terhadap saham perbankan besar ini melalui rekomendasi beli dengan target harga yang cukup tinggi.
Kondisi pasar modal di Indonesia saat ini tengah mengalami tekanan hebat. Berdasarkan laporan riset dari DBS Group Research yang dikutip dari Investor Daily, saham-saham di pasar domestik sudah menghadapi aksi jual masif oleh investor, yang memicu penurunan tajam kepemilikan asing pada bank-bank besar termasuk BBCA.
Tekanan pasar dipicu oleh kekhawatiran para pemodal terhadap masa depan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian arah kebijakan, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang berlangsung lama.
"Padahal, kinerja emiten kuartal I-2026 cukup solid, sedangkan kualitas aset bank masih terkelola dengan baik. Pada periode itu, konsumsi rumah tangga juga melesat," tulis DBS.
Pihak DBS Group Research menilai bahwa pergerakan indeks saat ini telah menyerap seluruh sentimen negatif ke dalam valuasi saham. Penurunan harga ini justru membuat valuasi pasar saham Indonesia menjadi sangat murah dan memberikan ruang keuntungan yang besar.
Dalam skenario dasar yang disusun oleh DBS Group Research, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mampu bangkit menuju level 8.000 pada akhir paruh pertama tahun 2026. Indeks kemudian berpotensi melanjutkan penguatan hingga menyentuh posisi 9.500 pada akhir tahun.
Namun, target penguatan IHSG tersebut dapat menghadapi kendala berat jika konflik geopolitik dunia terus berlanjut dan memicu harga minyak mentah tetap bertahan di level tinggi.
Karena valuasi saham berkapitalisasi pasar besar sudah tergolong sangat murah, DBS Group Research memasukkan BBCA ke dalam daftar saham pilihan utama bersama tujuh emiten lainnya.
Lembaga riset tersebut mengeluarkan rekomendasi beli untuk saham AKRA, ASII, ADRO, BBCA, ISAT, LSIP, MYOR, dan MEDC. Target harga yang ditetapkan untuk masing-masing saham secara berurutan adalah Rp 1.600, Rp7.500, Rp3.200, Rp8.000, Rp3.250, Rp2.000, Rp2.650, dan Rp2.200.