Anak Tiri Bunuh Ibu di Tangerang Karena Penolakan Pinjam Ponsel

Anak Tiri Bunuh Ibu di Tangerang Karena Penolakan Pinjam Ponsel
Foto: Ilustrasi Anak Tiri Bunuh Ibu di Tangerang Karena Penolakan Pinjam Ponsel.

Aksi pembunuhan tragis menimpa seorang perempuan berinisial W (46) yang tewas di tangan anak tirinya, NS (25), di sebuah rumah kontrakan kawasan Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 17 April 2026.

Peristiwa ini bermula ketika pelaku mendatangi korban dengan maksud meminjam telepon seluler, namun permintaan tersebut ditolak oleh sang ibu tiri yang saat itu tengah beraktivitas di dapur. Dilansir dari Megapolitan, pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan kronologi kejadian saat tersangka menghampiri korban. Penolakan dari korban menjadi pemicu utama tersangka melakukan tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.

"Pada saat itu si korban sedang memotong sayur, kemudian tersangka datang untuk meminjam ponsel, namun tidak diberikan oleh korban," ujar Wira di Mapolres Tangerang Selatan, Sabtu (28/4/2026).

Kepolisian mengungkapkan bahwa amarah yang tidak terbendung akibat tidak mendapatkan pinjaman ponsel membuat pelaku gelap mata. Akibat serangan menggunakan palu dan pisau, korban menderita luka berat pada bagian kepala hingga nyawanya tidak tertolong.

ÔÇ£Karena tidak diberikan, pelaku kemudian melakukan tindak pidana tersebut,ÔÇØ kata Wira.

Kematian korban pertama kali diketahui oleh suaminya sendiri saat pulang ke rumah pada Jumat sore. Kondisi korban ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di dalam kamar dengan wajah tertutup kain sarung.

Pemilik kontrakan, Shinta (45), memberikan kesaksian mengenai detik-detik penemuan jenazah korban. Ia menyebutkan bahwa suami korban sempat berusaha memanggil istrinya berkali-kali namun tidak mendapatkan jawaban.

"Dipanggil enggak bangun, dipanggil dua kali enggak bangun. Tapi posisinya mukanya ditutup sarung. Pas dibuka, sudah berdarah semua," ujar Shinta saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu.

Kegemparan terjadi di lingkungan sekitar setelah suami korban menyadari istrinya telah meninggal dunia secara tidak wajar. Ia segera meminta bantuan kepada penduduk setempat dalam kondisi histeris.

"Dia teriak minta tolong warga, terus bilang sambil teriak 'istri saya kenapa', begitu," kata Shinta.

Saat ini, NS tengah mendekam di sel tahanan Polres Tangerang Selatan untuk menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut atas perbuatannya.

Artikel terkait

Rekomendasi