Seorang wanita berinisial W (46) ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Kampung Babakan, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (17/4/2026) sore, akibat dibunuh oleh anak tirinya sendiri. Peristiwa tragis ini terungkap setelah suami korban menemukan jasad istrinya dalam kondisi bersimbah darah saat pulang bekerja sekitar pukul 17.00 WIB.
Kematian korban dikonfirmasi oleh pihak kepolisian sebagai tindak pidana pembunuhan. Berdasarkan keterangan yang dilansir dari Megapolitan, pelaku yang merupakan anak tiri korban saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Warga di sekitar lokasi kejadian melaporkan adanya suara musik yang diputar sangat kencang dari dalam rumah korban sebelum penemuan jasad tersebut. Shinta, pemilik kontrakan sekaligus warga setempat, mengungkapkan bahwa suara musik terdengar sejak siang hingga menjelang sore hari.
"Musiknya emang agak kenceng, dari sekitar siang sampai sore. Kita anggap biasa saja, mungkin orang di rumah lagi dengar musik," ujar Shinta.
Kecurigaan tidak muncul di benak warga karena profesi penghuni rumah tersebut yang memang berkaitan dengan pemutaran musik. Shinta menjelaskan bahwa baik korban maupun anggota keluarga lainnya kerap membawa pengeras suara saat bekerja.
"Mereka berdua itu pengamen yang biasa bawa speaker itu. Cumanya kemarin musik lagi diputar kenceng, sampai dalam rumah saya juga kedengeran. Tapi kita enggak curiga apa-apa," kata Shinta.
Tak lama setelah musik berhenti, anak tiri korban terpantau meninggalkan area kontrakan. Berdasarkan kesaksian warga, pelaku beralasan ingin mengambil sepeda motor milik ayahnya.
"Ada yang lihat dia keluar dari kontrakan terus ngakunya mau nyamperin bapaknya ngambil motor katanya. Tapi nggak ada yang sadar kalau itu habis kejadian," jelas Shinta.
Warga yang melihat pelaku saat keluar rumah tidak menemukan gelagat yang mencurigakan. Namun, terdapat dugaan mengenai kondisi fisik pelaku saat meninggalkan lokasi kejadian.
"Ekspresinya biasa aja nggak kayak orang kalut. Tapi kata orang tampangnya lagi teler. Emang susah bedainnya kalau udah biasa pakai ya," ujar Shinta.
Muncul asumsi di kalangan penduduk setempat bahwa volume musik yang tinggi tersebut sengaja digunakan untuk menutupi suara dari dalam rumah saat aksi pembunuhan berlangsung.
"Mungkin itu buat pengalih suara, biar enggak kedengeran. Tapi itu cuma asumsi saja, enggak tahu benar atau enggak," kata Shinta.
Kondisi jenazah pertama kali diketahui oleh suami korban yang mengira sang istri sedang tertidur. Penemuan tersebut berubah menjadi kepanikan setelah suami korban memeriksa lebih dekat kondisi tubuh W yang sudah tertutup kain.
"Dipanggil enggak bangun, dipanggil dua kali enggak bangun. Tapi posisinya mukanya ditutup sarung. Pas dibuka, sudah berdarah semua," ujar Shinta.
Jeritan minta tolong dari suami korban kemudian mengundang kedatangan warga ke lokasi kejadian. Sayangnya, kondisi fisik korban menunjukkan bahwa ia sudah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
"Warga datang, tapi sudah enggak ada (nyawanya), badannya juga sudah dingin," kata Shinta.
Ketua RT 001/006, Satiri, segera melakukan tindakan pengamanan di area tempat kejadian perkara (TKP). Ia memastikan warga tidak merusak bukti-bukti di lokasi sebelum pihak berwenang datang.
"Saya langsung ke TKP, memfoto lokasi dan minta bantuan ke tetangga, tapi jangan terlalu mendekat dengan korban. Saya lapor ke Binamas," kata Satiri.
Petugas kepolisian dilaporkan tiba di lokasi beberapa saat setelah waktu Magrib untuk memulai proses identifikasi. Garis polisi segera dipasang guna mensterilkan area rumah korban.
"Kalau Pak Binamas sebelum Magrib sudah datang. Polisi datang sekitar jam 18.30 sampai 19.00 WIB," ujar Satiri.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, secara resmi menyatakan bahwa identitas pelaku telah dikantongi. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini adalah murni tindak pembunuhan di dalam lingkungan keluarga.
"Telah terjadi pembunuhan seorang wanita yang dilakukan oleh anak tirinya sendiri," kata Wira.
Hingga saat ini, tim Satreskrim Polres Tangerang Selatan masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang melarikan diri setelah kejadian tersebut.
"Kami fokus untuk segera menangkap pelaku," ucap Wira.