PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp40,9 miliar pada kuartal I-2026, naik sebesar 4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh kontribusi sektor perdagangan gula serta keberhasilan perseroan menekan beban usaha melalui langkah-langkah efisiensi operasional.
Berdasarkan laporan keuangan yang dilansir dari Money, kenaikan pendapatan pada tiga bulan pertama tahun ini didukung oleh kehadiran pelanggan baru di segmen korporasi. PT Kino Indonesia Tbk menyumbang pendapatan sebesar Rp9,05 miliar, sementara PT Bersama Era Sentosa Tama berkontribusi senilai Rp7,34 miliar bagi perusahaan.
Efisiensi menjadi kunci perbaikan kinerja operasional emiten perkebunan tebu ini. GULA berhasil menurunkan sejumlah pos beban usaha sebesar 0,75 persen secara tahunan, dari sebelumnya Rp1,309 miliar menjadi Rp1,299 miliar. Penurunan beban tersebut tetap terjaga meskipun pendapatan perusahaan mengalami peningkatan signifikan.
Peningkatan ini berdampak positif pada margin keuntungan perusahaan. Laba bruto perseroan melesat 43,32 persen secara tahunan menjadi Rp3,31 miliar, dibandingkan perolehan pada kuartal I-2025 yang hanya sebesar Rp2,31 miliar.
Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya memungkinkan perusahaan membalikkan posisi keuangan. Perseroan kini membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp36,8 juta, setelah pada periode yang sama tahun lalu masih mencatatkan kerugian.
Capaian laba tersebut membuat nilai laba per saham dasar GULA menjadi Rp0,03. Sebagai perbandingan, per 31 Maret 2025, perusahaan masih mencatat rugi per saham dasar sebesar Rp0,92.
Saat ini, infrastruktur operasional Aman Agrindo meliputi gudang penyimpanan barang jadi di kawasan industri Candi, Semarang. Sedangkan untuk area perkebunan dan pabrik gula merah, perusahaan memusatkan operasionalnya di Desa Cimanis, Kabupaten Pandeglang.
Manajemen saat ini sedang menjalankan proses transisi menuju sistem manufaktur yang terintegrasi sepenuhnya. Fokus utama perusahaan tetap pada menjaga standar kualitas produk serta memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen dalam seluruh rantai bisnisnya.