Allianz Syariah Perkuat Tata Kelola Klaim Antisipasi Lonjakan

Allianz Syariah Perkuat Tata Kelola Klaim Antisipasi Lonjakan
Foto: Ilustrasi Allianz Syariah Perkuat Tata Kelola Klaim Antisipasi Lonjakan.

PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Syariah memperkuat tata kelola klaim guna menghadapi potensi lonjakan angka klaim akibat dinamika overutilization serta overtreatment dalam layanan kesehatan pada Rabu (20/5/2026).

Langkah antisipatif ini diambil perusahaan melalui pengelolaan risiko secara hati-hati, pemantauan tren klaim berkala, serta pengawasan kecukupan Dana TabarruÔÇÖ secara berkesinambungan, sebagaimana dilansir dari Keuangan.

Direktur Utama Allianz Syariah Elmie Amanah Asri menjelaskan tantangan medis tersebut berpotensi mendorong kenaikan angka klaim industri.

"Selain itu, dinamika overutilization maupun overtreatment layanan kesehatan juga berpotensi mendorong kenaikan angka klaim di industri," katanya kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).

Manajemen kemudian menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga fungsi optimal dari dana kelolaan peserta tersebut agar perlindungan bersama tetap berkelanjutan.

"Hal itu sesuai dengan prinsip taÔÇÖawun atau tolong-menolong antarpeserta, yang mana pengelolaan dana dilakukan untuk menjaga keberlangsungan perlindungan bersama secara adil dan berkelanjutan," tuturnya.

Penerapan kebijakan strategis ini juga disebut sebagai perwujudan nilai kebersamaan serta kualitas perlindungan dalam ekosistem asuransi.

"Hal itu sejalan dengan komitmen Maqasid Syariah yang tidak hanya berfokus pada perlindungan finansial, tetapi juga menjaga kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi seluruh peserta," kata Elmie.

Berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan, Allianz Syariah telah mencatatkan pendapatan kontribusi gabungan senilai Rp 766,79 miliar dengan realisasi klaim bruto mencapai Rp 306,01 miliar per April 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi