Alfamart Targetkan Buka 1.000 Gerai Baru dan Kejar Laba Rp 3,76 Triliun

Alfamart Targetkan Buka 1.000 Gerai Baru dan Kejar Laba Rp 3,76 Triliun
Foto: Ilustrasi Alfamart Targetkan Buka 1.000 Gerai Baru dan Kejar Laba Rp 3,76 Triliun.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) selaku pengelola jaringan ritel Alfamart tengah memacu strategi ekspansi besar-besaran. Raksasa ritel ini menetapkan target untuk membuka 1.000 gerai fisik baru sekaligus memperkuat ekosistem digital.

Langkah penambahan gerai dan integrasi digital secara omnichannel ini diproyeksikan mendongkrak profitabilitas perusahaan secara signifikan. Seperti dikutip dari Investortrust, KB Valbury Sekuritas memperkirakan laba bersih AMRT bakal melonjak hingga Rp 3,76 triliun atau setara 236 juta dolar AS.

Proyeksi perolehan laba tersebut meningkat dari pencapaian tahun sebelumnya yang mencatatkan angka Rp 3,41 triliun. Di sisi lain, total pendapatan korporasi pada tahun ini diperkirakan mampu menembus angka Rp 138,26 triliun.

Ekspansi masif ini menjadi indikator penting bagi pergeseran lanskap ritel dan sentimen konsumen di Indonesia. Melalui pemanfaatan jaringan fisik yang luas, perusahaan membidik kontribusi penjualan online via aplikasi Alfagift mencapai 10 persen dari total pendapatan.

Strategi pertumbuhan korporasi tidak hanya bertumpu pada pembukaan toko fisik baru. Analis KB Valbury Sekuritas, Andre Suntono, menilai perusahaan berada dalam tren pertumbuhan yang stabil dengan estimasi kenaikan pendapatan 9,1 persen dan laba bersih 10,4 persen secara tahunan.

Faktor pendorong utama pertumbuhan ini meliputi peningkatan volume penjualan, perbaikan bauran produk, efisiensi biaya operasional, serta optimalisasi sumber pendapatan lainnya. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan penjualan di toko yang sama atau Same Store Sales Growth sebesar 4 persen hingga 5 persen.

Menghadapi Tantangan Kompetisi Baru

Rencana ekspansi korporasi berjalan beriringan dengan peluncuran program Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa oleh pemerintah yang menyasar wilayah pelosok. Meski koperasi ini berpotensi memicu persaingan di daerah terpencil, analis menilai ruang gerak ekspansi perusahaan masih terbuka sangat lebar.

Koordinasi dengan pihak pemerintah di berbagai wilayah diyakini mampu membuka ruang pengembangan baru bagi perusahaan. Keunggulan rantai pasok yang telah mapan memberikan kelebihan kompetitif yang sulit ditandingi oleh unit koperasi skala kecil.

Peluang Akumulasi Saham Bagi Investor

Setelah mengalami koreksi tajam pada September 2025, saham AMRT diperdagangkan pada level Rp 1,530 per lembar. Analis menilai penurunan harga saham tersebut tidak mencerminkan kinerja operasional perusahaan yang sebenarnya kuat, terutama setelah lonjakan laba bersih sebesar 154 persen secara kuartalan pada akhir tahun lalu.

Analis menetapkan target harga saham AMRT sebesar Rp 2,100 per lembar dengan mempertimbangkan momentum pertumbuhan performa ritel dan margin laba bersih yang terjaga di level 2,7 persen. Pasar kini mencermati sejauh mana integrasi digital mampu mentransformasi model minimarket konvensional menjadi kekuatan ekonomi digital.

Artikel terkait

Rekomendasi