Aksi Jual Saham Perbankan Tekan IHSG ke Level 7541

Aksi Jual Saham Perbankan Tekan IHSG ke Level 7541
Foto: Ilustrasi Aksi Jual Saham Perbankan Tekan IHSG ke Level 7541.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah dengan penurunan 0,24 persen ke level 7.541,61 pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual masif investor asing terhadap saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell mencapai Rp 827,42 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual tersebut paling kuat dirasakan di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 1,04 triliun, meskipun terdapat aksi beli bersih di pasar negosiasi sebesar Rp 212,58 miliar.

Aliran dana keluar dari pemodal asing terpantau berpusat pada tiga bank raksasa nasional. Dilansir dari Money, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan pelepasan terbesar senilai Rp 404,9 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 165,6 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 110 miliar.

Dampak dari aksi jual tersebut membuat harga saham BBRI terkoreksi 0,92 persen ke posisi 3.240. Sementara itu, saham BBCA mengalami penurunan sebesar 0,77 persen sehingga berakhir di level 6.450 dengan pergerakan yang cenderung sideways di area bawah sepanjang sesi perdagangan.

Kondisi berbeda dialami oleh BMRI yang justru mampu menguat tipis 1,06 persen ke level 4.750 di tengah upaya konsolidasi. Saham bank pelat merah tersebut sempat menyentuh titik tertinggi pada posisi 4.770 sebelum akhirnya menutup perdagangan dengan kenaikan terbatas.

Di tengah tekanan pada sektor perbankan, investor asing justru mulai mengumpulkan saham di sektor komoditas dan energi. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memimpin akumulasi dengan net buy Rp 112,8 miliar, diikuti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 112,1 miliar, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 93,3 miliar.

Secara keseluruhan, pasar mencatatkan volume perdagangan mencapai 49,44 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 18,14 triliun. Meskipun indeks melemah, terdapat 440 saham yang menguat, mengungguli 240 saham yang turun dan 141 saham lainnya yang tidak mengalami perubahan harga.

Artikel terkait

Rekomendasi