Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyatakan bahwa adopsi kendaraan roda dua bertenaga listrik merupakan instrumen krusial dalam menekan angka konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional pada Sabtu (9/5/2026).
Langkah ini dinilai mendesak mengingat jumlah populasi sepeda motor konvensional di tanah air telah menembus angka 130 juta unit dengan pertumbuhan mencapai enam juta unit setiap tahunnya. Tingginya angka kepemilikan tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap kebutuhan bahan bakar fosil harian.
Public Relation & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, menjelaskan bahwa potensi dampak dari transisi energi pada sektor kendaraan roda dua ini sangat besar bagi ketahanan energi nasional sebagaimana dilansir dari Suara.
"Dengan populasi kendaraan roda dua yang telah melampaui 130 juta unit, dengan pertambahan sekitar enam juta unit per tahun, maka potensi dampaknya terhadap pengurangan konsumsi BBM sangat besar," ujar Riniwaty Sinaga, Public Relation & Event Executive AISMOLI.
Penegasan tersebut muncul seiring rencana Pemerintah Indonesia yang sedang mengkaji kembali skema program insentif bagi pembelian motor listrik baru. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di kalangan masyarakat luas melalui bantuan pendanaan langsung.
Nilai subsidi yang sedang dibahas saat ini diperkirakan berada pada angka Rp5 juta per unit kendaraan. Nominal tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan program subsidi pemerintah sebelumnya yang menetapkan angka bantuan sebesar Rp7 juta per unit.
Masyarakat kini memiliki beragam pilihan model motor listrik dengan spesifikasi yang semakin bersaing seiring bergulirnya wacana kebijakan tersebut. Beberapa merek lokal seperti Polytron, Gesits, dan Selis telah menyediakan unit dengan rentang harga dan kemampuan jarak tempuh yang bervariasi.
Polytron Fox 350, misalnya, menawarkan daya motor 3.000 watt dengan kecepatan maksimal 95 km per jam dan dibanderol seharga Rp16 juta. Sementara itu, Gesits G10 A/T dipasarkan pada rentang harga Rp19,4 juta hingga Rp31,5 jutaan dengan fitur baterai ganda yang mampu menjangkau jarak hingga 100 km.
Pilihan lain yang tersedia di pasar adalah Selis Agats yang memiliki kemampuan kecepatan maksimum 60 km per jam. Kehadiran berbagai model ini diprediksi akan semakin kompetitif bagi konsumen Indonesia apabila insentif pembelian resmi diberlakukan kembali.