Airlangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah demi Target Nasional 8 Persen

Airlangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah demi Target Nasional 8 Persen
Foto: Ilustrasi Airlangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah demi Target Nasional 8 Persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa momentum pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dalam jangka panjang sangat bergantung pada dorongan pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (25/5/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

"Kita punya momentum untuk menuju 8%, nah untuk mencapai ini daerah harus terus mendorong karena pusat itu agregat daerah. Jadi kalau daerahnya di bawah nasional tentu dia akan menjadi bandul ke bawah," ungkap Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.447,7 triliun.

Sejumlah wilayah seperti Pulau Sulawesi berhasil mencatatkan pertumbuhan tinggi hingga 6,95 persen pada triwulan I-2026 berkat sokongan kebijakan hilirisasi dan industri ekstraktif.

"Namun kita juga harus melihat bahwa ini ke depan harus dijaga pasca industri nya dibangun, dia harus sustainable (berkelanjutan)," terang Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain hilirisasi, kinerja sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta digitalisasi keuangan daerah terbukti meningkatkan omzet UMKM sebesar 34 persen dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 18-27 persen per tahun.

Pemerintah terus konsisten menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan produktivitas, di mana realisasi pembiayaan hingga 30 April 2026 mencakup KUR sebesar Rp 96,18 triliun untuk 1,54 juta debitur.

"Penyaluran KUR terus harus digenjot dan tentunya ini diharapkan bisa mendorong perekonomian di daerah," tutur Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pemerintah pusat kini giat memfasilitasi kerja sama program ekonomi digital atau gig economy untuk pemda, mengingat potensi pasar digital Indonesia yang sangat besar ke depan.

"Karena program digital ini marketnya saat sekarang ekonominya US$ 150 miliar dan di tahun 2030 bisa mencapai US$ 400 miliar untuk Indonesia saja," terang Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Artikel terkait

Rekomendasi