AirAsia Indonesia Pangkas Rugi Bersih Menjadi Rp 336 Miliar

AirAsia Indonesia Pangkas Rugi Bersih Menjadi Rp 336 Miliar
Foto: Ilustrasi AirAsia Indonesia Pangkas Rugi Bersih Menjadi Rp 336 Miliar.

PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) berhasil memangkas rugi bersih sebesar 52,76 persen secara tahunan menjadi Rp 336,5 miar pada kuartal I-2026 yang diumumkan di Jakarta pada Rabu (29/4/2026). Penurunan rugi dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 712,47 miliar ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha, dilansir dari Investortrust.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Achmad Sadikin Abdurachman menyampaikan penjelasan mengenai hasil capaian tersebut.

"Kinerja positif pada kuartal I-2026 mencerminkan ketahanan perseroan," ujar Achmad Sadikin Abdurachman, Direktur Utama AirAsia Indonesia.

Pihak manajemen mencatat pendapatan usaha naik 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp 2,11 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026. Nilai tersebut disumbang oleh penjualan kursi senilai Rp 1,76 triliun serta pendapatan tambahan dari bagasi, kargo, charter, dan layanan dalam penerbangan sebesar Rp 348 miliar.

Penyebab turunnya rugi bersih ini berasal dari optimalisasi jaringan penerbangan dan peningkatan produktivitas pesawat. Penyesuaian rute dilakukan melalui anak perusahaan dengan fokus pada jalur domestik serta internasional demi memaksimalkan pendapatan.

Strategi operasional tersebut memicu kenaikan revenue per available seat kilometre (RASK) sebesar 11,4 persen. Sementara dari volume operasional, jumlah penumpang tumbuh 8,9 persen menjadi 1,67 juta orang dengan tingkat keterisian kursi mencapai 83 persen, dan jumlah penerbangan naik 8,8 persen.

Direktur Utama kemudian menjabarkan korelasi antara pertumbuhan operasional dengan target jangka panjang maskapai.

"Pertumbuhan pendapatan, peningkatan jumlah penumpang, serta pengembangan jaringan menunjukkan bahwa strategi kami dalam memperkuat konektivitas dan menghadirkan layanan yang bernilai, berjalan baik," kata Achmad Sadikin Abdurachman, Direktur Utama AirAsia Indonesia.

Pada aspek pembiayaan, beban operasional perusahaan ditekan turun hingga 6,1 persen. Biaya perawatan dikurangi melalui pengelolaan armada yang optimal serta efisiensi pada pos pemasaran dengan menyasar saluran distribusi yang lebih efisien.

Meski cost per available seat kilometre (CASK) stabil di kisaran minus 0,2 persen, komponen CASK tanpa bahan bakar mengalami kenaikan 6,2 persen. Langkah efisiensi internal ini membuat AirAsia tetap kompetitif meski diterpa fluktuasi ringan nilai tukar rupiah.

Ke depan, maskapai penerbangan ini berencana untuk meneruskan efisiensi internal serta penyesuaian rute secara bertahap demi menjaga kesehatan performa bisnis.

"Langkah ini diambil untuk memastikan operasional yang sehat dan adaptif, sekaligus tetap menghadirkan layanan yang optimal bagi masyarakat," pungkas Achmad Sadikin Abdurachman, Direktur Utama AirAsia Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi