PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menyalurkan bantuan sebanyak 19.500 benih ikan nila salin kepada pembudidaya lokal di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan sektor budidaya perikanan yang berkelanjutan.
Dilansir dari Investor Daily, penyaluran bantuan ini dilakukan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada dua pembudidaya setempat, yakni Ade dan Hj. Warsini. Perusahaan menggandeng Maritim Muda Nusantara dalam pengawasan teknis budidaya serta pemantauan pertumbuhan benih di lapangan.
Pihak manajemen menilai komoditas nila salin memiliki prospek pasar yang luas karena mampu beradaptasi di perairan payau. Keunggulan teknis ini dipandang sebagai peluang produktif bagi warga pesisir untuk meningkatkan taraf hidup melalui hasil panen yang lebih optimal.
Viera, Public Relations & CSR Manager Agrinas Jaladri, menegaskan bahwa dukungan terhadap para pembudidaya lokal merupakan strategi untuk memperkokoh rantai pasok ekonomi perikanan di tingkat nasional.
"Bantuan benih nila salin ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan," ujarnya.
Inisiatif ini juga selaras dengan transformasi perusahaan yang dicanangkan sejak April 2026. Direktur Sumber Daya Manusia dan Konsultan Karya Agrinas Jaladri, Jusarwanto, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tengah membangun sistem yang mengintegrasikan seluruh potensi kelautan demi ketahanan pangan.
"Kami membangun sistem yang mampu mengintegrasikan potensi perikanan nasional menjadi kekuatan nyata bagi ketahanan pangan Indonesia," katanya.
Jusarwanto menambahkan bahwa fokus ke depan mencakup penguatan ekosistem yang menyeluruh, mulai dari proses budidaya, penangkapan, hingga pengolahan hasil laut. Hal tersebut dilakukan agar industri perikanan Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Menanggapi arah kebijakan tersebut, perwakilan Dewan Komisaris Agrinas Jaladri, Basri Kinas Mappaseng, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan tata kelola internal perusahaan dalam jangka panjang.
Menurut Basri, transformasi organisasi bukan sekadar perubahan struktur, melainkan perbaikan cara kerja untuk menjaga pertumbuhan yang konsisten di sektor maritim.