Pasar komputasi tanah air kedatangan perangkat baru yang dirancang untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Dilansir dari Suara, ADVAN secara resmi memperkenalkan laptop teranyarnya yang diberi nama AIGEN Ultra di Jakarta.
Kehadiran gawai ini menjadi langkah strategis untuk menyajikan instrumen kerja digital yang responsif bagi masyarakat Indonesia. Perangkat tersebut membidik kelompok pengguna aktif dengan mobilitas tinggi dalam rutinitas harian mereka.
Masifnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan memicu lonjakan kebutuhan akan gawai penunjang yang mumpuni. Menjawab tantangan itu, ADVAN menghadirkan komputer jinjing pintar yang siap berkompetisi di pasar domestik.
CEO ADVAN, Chandra Tansri, menyatakan bahwa kecerdasan buatan kini telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Teknologi ini digunakan secara luas mulai dari proses belajar, bekerja, hingga pembuatan konten kreatif.
"AI sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, hingga menciptakan konten," ungkap Chandra.
"Melalui AIGEN ULTRA, kami ingin menghadirkan laptop AI yang bertenaga namun tetap relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital," tambahnya.
Dapur pacu utama laptop ini mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 5 115U. Komponen tersebut didesain khusus agar dapat mengeksekusi beban kerja kecerdasan buatan dengan efisiensi daya yang maksimal.
Visualisasi perangkat didukung oleh panel layar sentuh berukuran 14 inci dengan resolusi FHD+ IPS. Penggunaan rasio aspek 16:10 diklaim mampu menyajikan ruang kerja visual yang lebih lapang bagi para penggunanya.
Aktivitas multitasking ditopang oleh konfigurasi memori RAM berkapasitas 16GB. Sementara untuk sektor penyimpanan internal, tertanam media penyimpanan digital sebesar 256GB yang memiliki performa responsif.
Perpaduan komponen keras tersebut diklaim mampu menyuguhkan pengalaman komputasi yang mulus untuk aplikasi modern. Pengguna bisa mengoperasikan dokumen pekerjaan, mengedit visual, hingga menikmati hiburan tanpa kendala.
Komputer jinjing ini menargetkan kelompok mahasiswa hingga pelaku wirausaha digital. Desain fisiknya dirancang sedemikian rupa agar praktis dibawa bepergian oleh para profesional muda yang dinamis.
Marketing Manager ADVAN, Melly Karmelia, menjelaskan bahwa tren gaya kerja saat ini menuntut fleksibilitas yang sangat tinggi. Pengguna sering kali harus menyelesaikan pekerjaan mereka dari berbagai lokasi yang berbeda setiap harinya.
"Sekraang pengguna bekerja lebih fleksibel dari mana saja," jelas Melly mengenai tren kerja modern saat ini.
"Karena itu kami menghadirkan laptop dengan performa AI yang cepat namun tetap ringan dan nyaman digunakan," tambahnya.
Harga dan Ketersediaan di Pasar
Masyarakat Indonesia sudah bisa memperoleh produk laptop teranyar ini secara resmi di pasar domestik. Alat kerja digital ini mulai didistribusikan ke publik sejak tanggal 25 Mei 2026.
Konsumen dapat membelinya lewat jaringan gerai resmi ADVAN Official Store yang tersebar di pelbagai daerah. Selain toko fisik, pemasaran gawai ini juga memanfaatkan platform perdagangan elektronik terkemuka seperti Shopee.
Pada periode peluncuran perdana, komputer jinjing bertenaga kecerdasan buatan ini ditawarkan dengan harga Rp9.799.000. Nilai tersebut dinilai kompetitif untuk gawai yang mengadopsi teknologi prosesor generasi terbaru di kelasnya.
Langkah perilisan ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri komputer nasional. Penyediaan gawai mutakhir dengan aksesibilitas yang baik diharapkan dapat menstimulasi adopsi teknologi digital di tanah air.
Komitmen tersebut direalisasikan lewat konsistensi meluncurkan produk yang relevan dengan perkembangan zaman. Industri komputer lokal diproyeksikan akan kian marak dengan kehadiran gawai pintar berbasis kecerdasan buatan di masa depan.