ADB Kucurkan Dana US$ 30 Miliar Perkuat Kawasan ASEAN hingga 2030

ADB Kucurkan Dana US$ 30 Miliar Perkuat Kawasan ASEAN hingga 2030
Foto: Ilustrasi ADB Kucurkan Dana US$ 30 Miliar Perkuat Kawasan ASEAN hingga 2030.

Asian Development Bank (ADB) mengalokasikan paket pendanaan sebesar US$ 30 miliar atau setara Rp 521,10 triliun untuk mendukung prioritas pembangunan jangka panjang negara-negara ASEAN hingga 2030. Inisiatif tersebut diumumkan dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Sabtu (9/5/2026), guna menghadapi berbagai tantangan eksternal kawasan.

Pengucuran dana besar ini ditujukan untuk membiayai lima inisiatif strategis di kawasan Asia Tenggara, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Dari total anggaran tersebut, ADB mengalokasikan US$ 6 miliar untuk memperdalam sektor pasar modal serta US$ 5 miliar bagi percepatan proyek infrastruktur kelistrikan ASEAN Power Grid.

Komitmen terhadap ASEAN Power Grid sendiri merupakan bagian dari rencana jangka panjang bank pembangunan tersebut yang nilai totalnya mencapai US$ 10 miliar hingga tahun 2035. Selain sektor energi, dukungan finansial ini mencakup persiapan kecerdasan buatan (AI), penguatan ketahanan sungai, serta pengembangan sektor ekonomi biru.

Presiden ADB Masato Kanda mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi ASEAN saat ini adalah efektivitas implementasi program di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik. Ia menegaskan peran lembaga tersebut sebagai mitra utama dalam menyediakan keahlian dan investasi bagi sektor publik maupun swasta.

"Sebagai bank utama kawasan, ADB menyalurkan pendanaan, keahlian, serta pipeline investasi sektor publik dan swasta senilai US$30 miliar untuk mendukung prioritas ASEAN dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat kawasan," ujar Masato Kanda, Presiden ADB.

Masato Kanda turut memberikan perhatian khusus terhadap ancaman gangguan ekonomi yang dipicu oleh eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Situasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas rantai pasok global yang berdampak langsung pada negara-negara anggota ASEAN.

"Untuk menstabilkan ekonomi yang menghadapi tekanan fiskal, ADB menyediakan dukungan anggaran yang dapat dicairkan cepat serta kembali mengaktifkan sementara dukungan sektor swasta untuk impor minyak melalui program pembiayaan perdagangan dan rantai pasok," tutup Masato Kanda, Presiden ADB.

Artikel terkait

Rekomendasi