PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mempercepat langkah transformasi digital dengan meluncurkan platform pengadaan bernama SPARROW untuk mengintegrasikan data pembelanjaan pada Selasa (12/5/2026). Inovasi internal ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan vendor dan memperkuat efisiensi operasional di seluruh lini bisnis perusahaan energi terintegrasi tersebut.
Pengembangan sistem Spending Analytics for Strategic Procurement Workbench (SPARROW) ini dilansir dari Market menjadi strategi inti dalam pembenahan basis data. Direktur Utama ABMM, Achmad Ananda Djajanegara, menjelaskan bahwa kehadiran platform ini memvalidasi kemampuan tim internal dalam menciptakan solusi teknologi yang kompetitif.
"Pencapaian ini merefleksikan kemampuan perusahaan dalam membangun inovasi secara mandiri. Secara bisnis, hal ini juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memvalidasi keunggulan kualitas ABMM," ujar Achmad Ananda Djajanegara, Direktur Utama ABMM.
Pembangunan platform dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas fungsi yang mencakup divisi pengadaan, teknologi informasi (IT), dan data science. SPARROW memanfaatkan kecanggihan teknologi Large Language Model (LLM) serta Natural Language Processing (NLP) untuk menjalankan fitur pengategorian barang secara otomatis.
Implementasi teknologi ini memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan kerja perusahaan dalam mengolah insight strategis. Waktu yang dibutuhkan untuk analisis pengadaan kini terpangkas menjadi hanya satu hingga dua hari, jauh lebih cepat dibandingkan proses manual sebelumnya yang memerlukan waktu satu bulan.
Sistem ini juga dilaporkan memiliki tingkat akurasi tinggi yang melampaui angka 95 persen dengan cakupan data mencapai 97 persen. Achmad menekankan bahwa kunci utama keberhasilan inovasi ini bukan pada besarnya nilai investasi perangkat keras, melainkan pada keahlian tenaga kerja di dalam perusahaan.
"Inovasi besar tidak melulu memerlukan investasi teknologi yang mahal. Investasi utamanya justru terletak pada kapabilitas SDM internal, karena sistem ini dibangun sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga," kata Achmad Ananda Djajanegara, Direktur Utama ABMM.
Pemanfaatan ilmu data dalam SPARROW diklaim membuat tata kelola perusahaan menjadi lebih transparan melalui dashboard yang akuntabel. ABMM sebagai perusahaan induk menaungi sejumlah anak usaha besar seperti PT Reswara Minergi Hartama, PT Cipta Kridatama, dan PT Cipta Krida Bahari.