Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, dilaporkan tidak akan menghadiri gelaran busana tahunan Met Gala pada Mei 2026 mendatang. Keputusan ini menjadi sorotan publik lantaran Mamdani memilih untuk memutus tradisi lama yang biasanya diikuti oleh para pemimpin kota New York sebelumnya, dilansir dari Wolipop.
Meskipun pihak Metropolitan Museum of Art telah melayangkan undangan resmi kepada Zohran Mamdani dan Ibu Negara Rama Duwaji, keduanya dipastikan absen dari acara tersebut. Sebagaimana dilaporkan Page Six, ketidakhadiran wali kota muslim pertama di New York ini dipicu oleh pertimbangan prinsip pribadi yang sangat kuat.
"Dia tidak akan datang. Dan akan jadi bodoh jika dia datang... bisakah kamu bayangkan? Itu bertentangan dengan semua yang dia yakini," ujar informan.
Penolakan tersebut selaras dengan pandangan politik Mamdani yang dikenal cukup radikal terkait kesenjangan ekonomi. Sumber internal menyebutkan bahwa alasan utama sang wali kota berkaitan erat dengan kutipan yang pernah ia sampaikan di masa lalu mengenai struktur kelas sosial.
"Aku rasa kita tidak seharusnya memiliki miliarder." kata Zohran Mamdani, Wali Kota New York City.
Sikap Mamdani ini memicu reaksi beragam dari kalangan elit di New York, terutama para tokoh industri mode. Seorang sosialita berpengaruh menyatakan kekecewaannya karena menganggap Met Gala adalah bagian dari identitas institusional yang harus didukung oleh kepala daerah.
"Ini adalah institusi khas New York. Aku rasa dia harus datang. Ini adalah momen yang sangat khas New York," ujar seorang sosialita New York.
Ketidakhadiran Mamdani menciptakan kontras yang tajam dibandingkan para pendahulunya di Balai Kota. Eric Adams tercatat menghadiri Met Gala 2022 pada tahun pertamanya menjabat dengan mengenakan busana yang mengampanyekan penghentian kekerasan senjata api.
Tradisi serupa juga dijaga oleh Bill de Blasio yang hadir pada 2021 sebagai bentuk perayaan kembalinya industri mode pasca-pandemi. Sementara itu, Mike Bloomberg yang menjabat selama tiga periode hingga 2013, menjadi tamu reguler yang terus menghadiri pesta tersebut hingga saat ini bersama keluarganya.