Pembawa acara turnamen gim Zhazha melakukan aksi sindiran dengan mengecat seluruh tubuhnya menjadi hitam saat siaran langsung kompetisi Naraka: Bladepoint Pro League (NBPL) Spring 2026 pada April 2026. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kritik warganet terhadap gaya berpakaiannya yang dinilai terlalu terbuka.
Aksi ini bermula ketika Zhazha mengenakan pakaian bernuansa hitam-putih dengan rok pendek dalam salah satu sesi turnamen. Penampilan tersebut memicu perdebatan panas di media sosial terkait standar profesionalisme dan eksploitasi perempuan dalam industri hiburan esports sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Kritik yang muncul di media sosial tidak hanya menyerang selera berpakaian sang host, tetapi juga melebar ke pembahasan mengenai standar ganda antara pembawa acara pria dan wanita. Zhazha kemudian memberikan klarifikasi mengenai alasan di balik pemilihan kostum yang sempat dihujat tersebut.
"ia menegaskan bahwa outfit yang dikenakannya adalah pilihan pribadi, bukan arahan dari penyelenggara" kata Zhazha.
Penjelasan tersebut didasari pada keinginan Zhazha untuk memberikan visualisasi terbaik saat berada di depan kamera. Ia memandang pemilihan busana tersebut merupakan bagian dari preferensi gaya pribadinya selama bertugas di atas panggung.
"Menurutnya, pakaian tersebut dipilih karena terlihat lebih baik di kamera dan sesuai dengan gaya yang diinginkan" tutur Zhazha.
Pada siaran berikutnya, Zhazha muncul dengan penampilan yang menutup seluruh bagian kulitnya menggunakan pakaian serba hitam dan cat wajah. Transformasi ekstrem tersebut menjadi sorotan internasional, termasuk mendapatkan perhatian dari media Boredpanda terkait potensi sensitivitas budaya atas penggunaan cat hitam di wajah.
Aksi satire ini membelah opini publik antara dukungan terhadap kebebasan berekspresi dan kritik terhadap cara merespons komentar netizen. Hingga saat ini, cuplikan siaran tersebut masih menjadi topik perbincangan hangat di kalangan komunitas gim global.