Jalan Randublatung-Cepu Blora Resmi Diperbaiki, Luthfi: Ruas Lain Segera Menyusul 2026

Jalan Randublatung-Cepu Blora Resmi Diperbaiki, Luthfi: Ruas Lain Segera Menyusul 2026
Foto: Jalan Randublatung-Cepu Blora Resmi Diperbaiki, Luthfi: Ruas Lain Segera Menyusul 2026. (Illustration by Pexels)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya, khususnya mengenai akses transportasi darat yang vital bagi mobilitas warga.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan kabar baik mengenai dimulainya proses perbaikan pada ruas Jalan Raya Randublatung-Cepu yang terletak di Kabupaten Blora.

Kabar tersebut disampaikan secara langsung oleh Ahmad Luthfi setelah menghadiri sebuah agenda penting di Kota Semarang pada Kamis, 4 Juni 2026.

Beliau hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang diselenggarakan di Hotel Gumaya untuk membahas isu agraria dan pangan.

Komitmen Pemerintah Provinsi Terhadap Perbaikan Jalan

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi menegaskan bahwa pekerjaan fisik untuk membenahi kerusakan di jalur Randublatung-Cepu saat ini sudah mulai berjalan di lapangan.

Selain fokus pada Blora, pihak Pemerintah Provinsi juga berencana melakukan penyesuaian pada usulan program pokok pikiran atau Pokir untuk menangani titik kerusakan lainnya.

Upaya ini dilakukan guna memastikan distribusi anggaran pada perubahan tahun ini dapat menyentuh daerah-daerah yang kondisi jalannya masih belum optimal bagi masyarakat.

"Proses di Blora sudah berjalan saat ini. Nanti pada anggaran perubahan bulan September, kami akan memaksimalkan jalan yang belum tuntas," ujar Luthfi.

Fokus Revitalisasi Melalui Perubahan Anggaran

Meskipun tidak merinci satu per satu titik lokasi yang akan diperbaiki, Luthfi mengakui bahwa jumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian cukup banyak.

Oleh karena itu, langkah strategis berupa revitalisasi usulan Pokir pada tahun 2026 menjadi sangat krusial untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan tersebut.

Gubernur menyatakan bahwa kebijakan ini akan difokuskan sepenuhnya untuk memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian di berbagai wilayah Jawa Tengah.

"Banyak lokasi lain selain Blora, saya tidak hafal semuanya. Intinya, pada perubahan nanti pokir akan kami arahkan untuk revitalisasi jalan," tegasnya kembali.

Perspektif Ahli Mengenai Kerusakan Infrastruktur

Melihat fenomena kerusakan jalan yang terjadi, pengamat dari Pemerhati Jawa Tengah, Budiyanto Hadinogoro, turut memberikan pandangannya mengenai masalah tersebut.

Budiyanto menjelaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah bukanlah masalah yang muncul secara tiba-tiba dalam waktu singkat seperti hitungan minggu.

Menurutnya, fenomena ini merupakan hasil dari akumulasi berbagai persoalan teknis dan manajerial yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di lapangan.

Beberapa faktor utama yang menjadi penyebabnya meliputi perencanaan awal, keterbatasan biaya, tantangan geografis, hingga beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.

Ia juga mengingatkan publik bahwa perbaikan jalan tingkat provinsi memerlukan proses yang matang, mulai dari teknis hingga skala prioritas pembangunan yang ada.

"Penyelesaian masalah jalan ini tidak bisa instan atau hanya karena tekanan opini saja, karena menyangkut proses teknis dan penganggaran yang kompleks," jelas Budiyanto.

Data Anggaran dan Proyek Penanganan Jalan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membenahi infrastruktur jalan, khususnya di wilayah Kabupaten Blora selama beberapa tahun terakhir.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu, ruas jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang lebih dari dua kilometer telah mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

Berikut adalah rincian data penanganan jalan provinsi di wilayah Kabupaten Blora:
  • Penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu (2,611 km) pada tahun 2025 menghabiskan anggaran sebesar Rp19,92 miliar.
  • Total panjang jalan provinsi di Kabupaten Blora yang dikelola mencapai 101,5 kilometer.
  • Total alokasi dana APBD Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2026 untuk jalan di Blora mencapai Rp45,86 miliar.
  • Usulan dana melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2026 mencapai Rp46,6 miliar.

Data di atas menunjukkan komitmen berkelanjutan dari pemerintah untuk memastikan kualitas aspal dan beton di jalur utama Blora tetap terjaga dengan baik.

Selain mengandalkan dana daerah, Pemprov Jateng juga aktif menjemput bola dengan mengajukan bantuan pendanaan ke tingkat pusat melalui kementerian terkait.

Sumber Dana Tahun Anggaran Alokasi Dana Fokus Penanganan
APBD Provinsi Jateng 2025-2026 Rp45,86 Miliar Total Ruas Jalan Provinsi (101,5 km)
Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026 (Usulan) Rp46,6 Miliar Percepatan Ruas Singget-Doplang-Cepu
APBD Khusus 2025 Rp19,92 Miliar Ruas Desa Petak, Dinding, dan Betekan

Tabel ini merangkum besarnya investasi infrastruktur yang dikucurkan untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan di area perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.

Dengan adanya dukungan pendanaan dari berbagai sumber, diharapkan percepatan pembenahan jalan rusak di wilayah Randublatung dan sekitarnya dapat segera dirasakan manfaatnya.

Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak sempat memicu aksi protes warga lokal yang menanam pohon pisang di tengah lubang jalan sebagai bentuk kekecewaan.

Namun, melalui langkah lelang dan pengerjaan fisik yang sudah dimulai saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap keresahan masyarakat dapat segera teratasi dengan hasil yang nyata.

Artikel terkait

Rekomendasi