Seorang konten kreator bernama Ijoel memodifikasi fasilitas penyeberangan jalan dengan menggambar karakter gim ikonik Pac-Man di atas zebra cross Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, pada akhir Maret 2026. Aksi tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan pejalan kaki serta mendorong perbaikan fasilitas publik di ibu kota.
Dilansir dari Otomotif, keberadaan zebra cross unik di jalur arah Pasar Minggu ini masih terlihat eksis hingga Jumat (3/4/2026). Gerakan kreatif ini muncul sebagai respons atas kegelisahan terhadap infrastruktur lalu lintas yang dinilai kaku dan kurang mendapat perhatian, sekaligus menjadi jembatan aspirasi bagi warga sekitar.
Ijoel selaku inisiator mengungkapkan bahwa tindakan tersebut telah menarik perhatian otoritas terkait. Penegasan mengenai dukungan pemerintah muncul setelah visual penyeberangan tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.
ÔÇ£Dari pemerintah sebenarnya sudah sempat ada. Bahkan sempat viral juga, ada ajakan. Dari gubernur dan wakil gubernur juga sudah pernah bertemu dengan kami dan sempat membicarakan hal ini. Mereka mengajak kolaborasi," kata Ijoel, konten kreator peduli lalu lintas.
Meski mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan daerah, Ijoel menyebutkan bahwa dukungan dari sektor lain masih terbatas pada tahap komunikasi awal.
"Namun, kalau dari pihak swasta dan lainnya memang belum ada," ujar Ijoel.
Dampak dari viralnya zebra cross Pac-Man ini juga memicu gelombang permintaan dari masyarakat luas. Banyak warga yang mulai melaporkan titik-titik jalan lain yang dianggap membutuhkan fasilitas penyeberangan serupa demi keamanan mobilitas harian mereka.
"Sekarang justru banyak warga yang memberi tahu, ÔÇÿdi sini enggak ada, bang, coba digambar.ÔÇÖ Jadi seperti nagih. Bahkan ada yang mengira ini gratis," kata Ijoel.
Munculnya fenomena ini dianggap sebagai sinyal kuat bagi pemangku kepentingan untuk segera membenahi fasilitas penyeberangan di lokasi-lokasi strategis lainnya. Ijoel menekankan bahwa inisiatifnya berakar pada keluhan nyata dari warga yang merasa hak keamanannya di jalan raya belum terpenuhi sepenuhnya.
"Sebenarnya ini juga karena dorongan warga. Mereka sempat komplain, kenapa zebra cross di sini belum ada. Jadi, pada dasarnya mereka hanya ingin masalahnya segera diselesaikan," ujar Ijoel.
Melalui aksi ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih erat antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah. Peningkatan infrastruktur pejalan kaki yang aman dan mudah diakses menjadi poin utama guna meningkatkan kenyamanan serta kesadaran seluruh pengguna jalan di wilayah Jakarta.