Produsen roda dua asal Jepang, Yamaha, resmi menghadirkan motor bebek baru yang menawarkan efisiensi bahan bakar sangat tinggi. Kendaraan yang diberi nama Yamaha Finn terbaru ini dipasarkan dengan harga mulai dari kisaran Rp 20 jutaan.
Seperti dilansir dari Detik Oto yang menyitir Greatbiker, Yamaha Finn terbaru ini tidak meluncur di pasar Indonesia, melainkan untuk pasar Thailand. Kuda besi tersebut tersedia dalam tiga pilihan varian, yaitu Spoke Wheels, Cast Wheels, dan Smart Key dengan harga mulai 46.300 baht atau setara Rp 25 jutaan.
Tampilan Yamaha Finn terbaru mempertahankan desain khas motor bebek di kawasan Asia Tenggara, dengan bodi ramping dan tarikan garis minimalis. Kendaraan ini memang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan transportasi harian.
Penyegaran terlihat pada sektor pencahayaan, di mana Yamaha Finn terbaru mengadopsi lampu utama modern dengan pola menyerupai huruf V. Sistem pencahayaan tersebut kini sudah menggunakan teknologi full LED, bukan lagi halogen, ditambah sentuhan baru pada lampu belakang.
Sektor panel instrumen juga mengalami rombakan melalui penggunaan headunit bermodel digital. Komponen ini menjadi pembeda karena motor bebek kelas entry level umumnya masih mengandalkan panel instrumen analog.
Selain itu, pabrikan menyematkan beberapa fitur yang biasa ditemukan pada motor matik. Fitur pendukung tersebut meliputi smart key, dasbor depan, soket pengisian daya ponsel, hingga gantungan barang tambahan.
Spesifikasi Mesin dan Konsumsi BBM
Untuk mendukung akomodasi, Yamaha menyediakan bagasi berkapasitas 9,7 liter di bawah jok. Ruang penyimpanan minimalis tersebut dapat difungsikan pemilik untuk membawa barang-barang darurat seperti jas hujan atau payung berukuran kecil.
Urusan performa mengandalkan mesin SOHC berkapasitas 115cc silinder tunggal dengan sistem pendingin udara. Melalui pengujian yang dilakukan, jantung mekanis ini diklaim mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar hingga mencapai 96 km/liter.
Hasil konsumsi bahan bakar tersebut berpotensi mengalami penyesuaian saat digunakan langsung di situasi jalan raya yang nyata. Namun, catatan tersebut tetap tergolong sangat efisien karena konsumsi BBM pada kisaran 50-60 km/liter sudah masuk kategori irit.