Mobil listrik berukuran mungil tetap menjadi opsi paling masuk akal untuk menunjang mobilitas harian di kawasan perkotaan. Kendaraan jenis ini menawarkan dimensi yang ringkas, kemudahan saat parkir, serta efisiensi biaya operasional yang jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Melihat tren tersebut, Wuling Motors dilaporkan tengah mempersiapkan kejutan baru bagi konsumen di Indonesia. Pabrikan asal China ini dikabarkan sedang menggarap generasi terbaru dari Wuling Air EV untuk pasar domestik.
Kabar mengenai kehadiran produk anyar ini menguat setelah nama Air EV resmi terdaftar dalam laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Dilansir dari Moladin, model paling gres ini diprediksi membawa pembaruan berupa desain yang lebih fungsional serta ruang kabin yang lebih lapang daripada versi terdahulu.
Jika model Wuling Air EV yang beredar saat ini mengusung konsep dua pintu, varian terbaru yang diduga berbasis Hongguang Mini EV facelift ini bakal tampil dengan konfigurasi empat pintu. Perubahan ini menjadi daya tarik utama demi menjawab keluhan konsumen mengenai sulitnya akses menuju bangku baris kedua.
Kehadiran empat pintu ini bakal mendongkrak aspek kenyamanan untuk mobilitas harian, terutama bagi pengguna yang kerap bepergian bersama keluarga kecil maupun rekan kerja. Secara dimensi, kendaraan setrum ini juga mengalami pembengkakan ukuran menjadi lebih besar.
Varian terbaru ini memiliki spesifikasi panjang mencapai 3.268 mm, lebar 1.520 mm, dan tinggi 1.575 mm. Melalui dimensi tersebut, ruang interior diproyeksikan menjadi lebih luas tanpa menghilangkan kelincahan khas city car saat membelah jalanan padat.
Spesifikasi Jarak Tempuh dan Kapasitas Baterai
Sektor daya jelajah menjadi parameter krusial dalam pemilihan kendaraan listrik. Varian anyar Wuling Air EV ini dilaporkan bakal menyediakan dua opsi jarak tempuh kepada konsumen, yaitu sejauh 205 kilometer dan 301 kilometer.
Kemampuan jelajah hingga 301 kilometer dinilai sudah sangat mumpuni untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi kaum urban tanpa perlu melakukan pengisian daya terlalu sering. Sektor performa mobil ini mengandalkan pasokan daya dari baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP).
Komponen baterai tersebut memiliki kapasitas sebesar 16,2 kWh. Teknologi LFP ini dikenal luas berkat stabilitasnya yang tinggi serta memiliki usia pakai yang panjang untuk penggunaan jangka berkesinambungan.
Penyegaran Sektor Interior dan Estetika Eksterior
Pihak pabrikan juga memberikan perhatian serius pada penyegaran estetika visual kendaraan ini. Sisi eksterior dari produk elektrik teranyar ini tampil lebih modis lewat pengaplikasian skema warna dual-tone serta desain roda yang menyerupai Wuling BinguoEV.
Beralih ke bagian dalam kabin, atmosfer ruang interior terasa lebih segar berkat perpaduan nuansa warna coklat dan putih. Keberadaan head unit berukuran 10,1 inci turut mendongkrak kesan modern dan menghilangkan citra sederhana yang biasa melekat pada mobil listrik kelas entry-level.
Di pasar domestik China, kendaraan roda empat ini dipasarkan dengan rentang harga mulai dari Rp116 juta hingga Rp143 jutaan. Nominal tersebut membuat mobil ini berpotensi besar menjadi penantang baru yang sangat kompetitif di segmen kendaraan listrik murah di tanah air.