PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Banyumas, Jawa Tengah, guna mendukung pemerataan akses pendidikan nasional. Dilansir dari Detik Finance, progres proyek ini telah mencapai 65,58 persen hingga Selasa (19/5/2026) dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.
Saat ini, pengerjaan di lapangan berfokus pada tahap penyelesaian. Pekerjaan tersebut meliputi kegiatan finishing, pemasangan atap genteng, mekanikal, elektrikal, perpipaan (MEP), serta penataan infrastruktur dan lanskap.
Optimalisasi seluruh sumber daya terus dilakukan oleh pihak perusahaan. Langkah ini diambil demi memastikan target penyelesaian konstruksi dapat tercapai tanpa mengabaikan kualitas serta keselamatan kerja.
"WIKA terus melakukan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas melalui optimalisasi tenaga kerja, percepatan material, penerapan sistem kerja 24 jam, serta penyesuaian metode kerja pada pekerjaan dinding dengan menggunakan material precast agar proyek dapat selesai sesuai target. Di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan desain dan kondisi cuaca yang dominan hujan, WIKA tetap memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan safety & quality induction, Safety Morning Talk (SMT), Tool Box Meeting (TBM) harian, serta penambahan personel quality dan HSE di lapangan," ujar Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Ngatemin dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Pihak manajemen menjelaskan bahwa infrastruktur ini diharapkan mampu memfasilitasi kebutuhan edukasi masyarakat setempat. Proyek tersebut diarahkan untuk menunjang penciptaan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
"Pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas dan menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul," kata Ngatemin menambahkan.
Strategi percepatan yang diterapkan meliputi pengubahan metode dinding menjadi material precast serta percepatan pengadaan material finishing dan MEP. Manajemen juga memberlakukan sistem kerja 24 jam yang dibagi menjadi dua shift, yaitu pukul 08.00-22.00 WIB dan pukul 19.00-06.00 WIB.
Sebanyak 1.011 tenaga kerja dikerahkan untuk mendukung pengerjaan proyek tersebut saat ini. Mayoritas material utama kini sudah berada di gudang penyimpanan sementara di dekat lokasi proyek untuk menjaga kelancaran distribusi.
Pengawasan terhadap kualitas dan implementasi aspek Health, Safety, and Environment (HSE) turut diperketat sejak awal konstruksi. WIKA optimistis fasilitas pendidikan ini dapat segera selesai tepat waktu dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.