Waskita Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan

Waskita Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan
Foto: Ilustrasi Waskita Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sedang mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Proyek ini merupakan bagian dari langkah perseroan dalam menyokong program pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem lewat pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

Seperti dikutip dari Detik Finance, proyek Sekolah Rakyat di Sulsel ini tersebar di lima kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru, dengan total realisasi pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai angka 62,07 persen.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ikut mendorong agar seluruh bangunan SR ini dapat diselesaikan pada akhir Juni 2026. Instruksi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar fasilitas pendidikan tersebut rampung tepat waktu, namun tetap memperhatikan aspek kualitas serta efektivitas pengerjaan.

"Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bentuk komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan sekitar 3.000 pekerja demi mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 41 persen di antaranya menggunakan tenaga kerja lokal.

"Seluruh tim bekerja siang dan malam dengan semangat secara bergantian, demi menjaga target pembangunan agar selesai tepat waktu. Kondisi lapangan yang cukup dinamis ditambah cuaca hujan menjadi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan, tapi kami tetap berkomitmen menjaga mutu dengan baik sesuai standar dan spesifikasi yang berlaku," ujar Paulus.

Lingkup pekerjaan dari perseroan ini mencakup bangunan sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Fasilitas pendukung lainnya juga ikut dibangun seperti asrama siswa, asrama guru, tempat ibadah, serta ruang serbaguna.

Paulus menambahkan bahwa saat ini pengerjaan pembangunan proyek SR Sulsel sudah memasuki fase arsitektur dan penyelesaian atau finishing.

Desain bangunan SR Sulsel dirancang untuk memberikan lima manfaat utama, yakni mengutamakan efisiensi energi, keamanan, inklusif, kearifan lokal, ketahanan bencana, fleksibilitas, serta kenyamanan. Waskita Karya menerapkan konsep green building guna menghadirkan ruang belajar yang sehat untuk murid dan guru.

"Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih layak dan aman bagi ratusan ribu siswa. Kami juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti keberlanjutan serta kemampuan beradaptasi demi memastikan bangunan dapat mendorong kegiatan belajar dan mengajar secara maksimal," ungkap Paulus.

Pihak kontraktor juga memperhatikan aspek integrasi teknologi guna mendukung metode pendidikan yang inovatif. Implementasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem pembelajaran serta pengajaran yang lebih dinamis dan juga demokratis.

"Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung kehadiran Sekolah Rakyat sebagai infrastruktur pendidikan yang fungsional, merata, dan siap dimanfaatkan pada tahun ajaran baru. Bagi kami, proyek ini bukan sekadar mengerjakan proyek, melainkan bagian dari investasi masa depan serta ikhtiar menghadirkan negara lebih dekat ke ruang belajar generasi muda," jelas Paulus.

Keberadaan proyek ini tidak hanya berguna untuk mencerdaskan anak bangsa lewat fasilitas pendidikan gratis berasrama, tetapi juga membawa efek positif bagi warga di sekitar area proyek. Salah satu dampak nyatanya adalah peningkatan pendapatan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Irmawati (43), seorang pemilik warung kopi di area lokasi proyek SR Sulsel, menyebutkan bahwa omzet penjualannya mengalami kenaikan sejak proyek tersebut mulai berjalan. Kondisi ini membuatnya berani menambah persediaan barang dagangan dalam jumlah yang lebih banyak.

Ia berharap setelah pembangunan infrastruktur SR ini selesai dan mulai beroperasi, anaknya bisa berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Program ini menjadi tumpuan harapan bagi Irmawati untuk memberikan sarana pendidikan yang terbaik bagi buah hatinya.

"Penghasilan saya bertambah, kesibukan juga bertambah. Terima kasih kepada para pekerja proyek (SR Sulsel) yang sudah berbelanja di sini," kata Irmawati.

Waskita Karya saat ini memegang mandat untuk menggarap proyek Sekolah Rakyat di empat provinsi berbeda dengan total serapan tenaga kerja mencapai hampir 10 ribu orang. Penyerapan pekerja paling masif berada di proyek SR Jawa Timur yang mencapai 3.635 pekerja, sedangkan untuk wilayah SR Sumatera Selatan memiliki 1.770 pekerja dan SR Aceh menampung 1.073 pekerja.

Artikel terkait

Rekomendasi