Warga Taburkan Ratusan Bunga di Stasiun Bekasi Timur Kenang Korban Kecelakaan

Warga Taburkan Ratusan Bunga di Stasiun Bekasi Timur Kenang Korban Kecelakaan
Foto: Ilustrasi Warga Taburkan Ratusan Bunga di Stasiun Bekasi Timur Kenang Korban Kecelakaan.

Suasana duka menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pada Jumat (1/5/2026) sore saat warga dan penumpang KRL Commuter Line memberikan penghormatan terakhir melalui doa serta taburan bunga bagi 16 korban jiwa dalam kecelakaan kereta api yang terjadi Maret lalu.

Dilansir dari Megapolitan, isak tangis pecah di antara para pengguna jasa transportasi yang menyaksikan sekitar 150 rangkaian bunga tertata di berbagai sudut stasiun. Penempatan bunga duka tersebut dilakukan oleh petugas stasiun sebagai simbol empati kolektif masyarakat terhadap para korban.

PT KAI sebelumnya mencatat total 16 orang meninggal dunia akibat insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada 27 Maret 2026. Sebagian besar pesan yang tertempel pada karangan bunga memberikan apresiasi khusus kepada para korban perempuan yang dinilai sebagai sosok tangguh.

Seorang warga setempat bernama Dea Melati mengungkapkan kesedihan mendalam saat berada di lokasi meskipun dirinya tidak mengenal para korban secara pribadi.

"Saya tidak kenal dengan mereka, tapi saya turut berduka dan sedih karena mereka meninggal dunia saat mencari nafkah," ucap Dea sembari merintih sedih di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (1/5/2026).

Dea menambahkan penegasan mengenai harapannya agar sistem keselamatan transportasi kedepannya dapat ditingkatkan guna mencegah peristiwa serupa. Penghormatan ini dilakukan secara spontan oleh publik yang meletakkan bunga di kaca, meja, hingga lantai stasiun.

Salah satu pesan tertulis yang ditemukan pada rangkaian bunga berwarna merah muda menyoroti ketabahan para korban dalam menjalankan peran mereka sehari-hari.

"Surga yang kekal untuk perempuan yang hebat," dikutip dari tulisan tangan di bunga hias berwarna merah muda, Jumat (1/5/2026).

Aksi solidaritas ini menarik perhatian penumpang lain yang melintas di area stasiun, di mana beberapa di antaranya berhenti sejenak untuk berdoa atau mengabadikan momen tersebut. Hingga saat ini, area stasiun tetap dipenuhi karangan bunga dari masyarakat sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga korban.

Artikel terkait

Rekomendasi