Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mencatat sebanyak 17.328 warga mengajukan permohonan pindah keluar wilayah Jakarta pada periode pasca Lebaran 2026. Data tersebut dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI pada Kamis (23/4/2026).
Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu, mengungkapkan bahwa jumlah pemohon administrasi kependudukan untuk keluar dari ibu kota mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Informasi ini dilansir dari Megapolitan terkait tren mobilitas penduduk setelah masa mudik lebaran.
"Permohonan pelayanan administrasi kependudukan pindah ke luar Jakarta itu dua kali lipatnya, Pak, 17.328 jiwa," ucap Denny, Kamis.
Berdasarkan laporan resmi, permohonan kepindahan tersebut masuk dalam rentang waktu antara 25 Maret hingga 22 April 2026. Alasan utama yang mendominasi keputusan warga untuk meninggalkan Jakarta berkaitan erat dengan ketersediaan hunian atau perumahan.
"Yang menarik bahwa alasan yang keluar Jakarta ini adalah karena perumahan," ujar Denny.
Data statistik menunjukkan bahwa masalah tempat tinggal menjadi alasan bagi 5.751 orang atau setara dengan 33,6 persen dari total pemohon. Sementara itu, faktor keluarga memicu kepindahan 4.563 orang dan urusan pekerjaan menjadi alasan bagi 1.413 warga lainnya.
"Perumahan ada 5.751 jiwa atau 33,60 persen, keluarga 4.563 jiwa atau 26,66 persen, pekerjaan 1.413 jiwa, sisanya alasan pendidikan, kesehatan dan lain-lain," ungkap Denny.
Denny menjelaskan bahwa fenomena ini juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk memperbarui data kependudukan sesuai domisili terkini. Aturan yang berlaku mewajibkan warga yang menetap lebih dari satu tahun di lokasi baru untuk segera mengurus perpindahan alamat resmi.
"Saya pikir ini bukan juga karena penerimaan, tapi kesadaran dari si warga masyarakat ini yang sudah berpindah alamat ke luar Jakarta," ujar Denny.
Selain mencatat angka perpindahan keluar, pihak dinas terkait juga melakukan pendataan terhadap penduduk non-permanen yang bekerja di Jakarta. Tren peningkatan perpindahan alamat ini merupakan siklus rutin yang kerap terjadi setiap tahun setelah perayaan Idulfitri.