Wamenperin Pastikan Stok Bahan Baku Plastik Dalam Negeri Aman

Wamenperin Pastikan Stok Bahan Baku Plastik Dalam Negeri Aman
Foto: Ilustrasi Wamenperin Pastikan Stok Bahan Baku Plastik Dalam Negeri Aman.

Kementerian Perindustrian memberikan jaminan bahwa ketersediaan bahan baku plastik di pasar domestik saat ini berada dalam posisi aman. Pasokan tersebut dipastikan mampu memenuhi seluruh tingkatan kebutuhan industri nasional tanpa terkecuali.

Dilansir dari Detik Finance, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza meminta berbagai spekulasi mengenai isu kelangkaan bahan baku plastik segera dihentikan. Hal ini bertujuan agar masyarakat serta pelaku usaha tidak merasa khawatir terhadap ketersediaan barang di lapangan.

Kepastian mengenai stabilitas stok ini diperoleh setelah Riza melakukan peninjauan langsung ke PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI). Kunjungan kerja di Citeureup, Bogor tersebut dilakukan untuk memantau proses produksi dan ketersediaan input industri.

Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku masih sangat memadai bagi kebutuhan produsen. Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi penguatan industri nasional, terutama saat tren permintaan pasar sedang mengalami peningkatan.

"Bahan baku plastik tersedia sangat memadai di industri dalam negeri. Karena itu, kita tidak perlu khawatir. Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan plastik dapat mencarinya dari produsen dalam negeri," ujar Riza.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah melarang pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi global untuk memainkan harga. Stabilitas harga menjadi poin krusial agar daya saing produk plastik lokal tetap terjaga di pasar yang dinamis.

Faisol Riza juga memberikan imbauan kepada para pelaku industri untuk mulai menekan ketergantungan terhadap bahan baku impor. Pemerintah berharap perusahaan lebih memprioritaskan hasil produksi dari dalam negeri yang kapasitasnya masih sangat besar.

"Pemerintah mengimbau supaya perusahaan-perusahaan tetap mengedepankan produksi dalam negeri karena kemampuan produksi dalam negeri masih sangat besar. Kita lihat kalau memang nanti ada kebutuhan yang lebih besar lagi, barangkali jalur impor bisa kita pilih," kata Riza.

Kelancaran distribusi hingga ke level hilir, termasuk bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM, menjadi fokus utama pemerintah. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan ekonomi di tengah fluktuasi geopolitik dan dinamika global yang terjadi saat ini.

Dampak Konflik Timur Tengah dan Solusi Industri

Direktur PT AKPI, Jimmy Tjahjanto, mengakui bahwa gangguan pada rantai pasok sempat dirasakan ketika konflik di kawasan Timur Tengah mulai memanas. Wilayah tersebut memang dikenal sebagai salah satu pemasok utama bahan baku plastik dunia.

Namun, kendala operasional tersebut dapat segera dimitigasi dengan melakukan diversifikasi sumber pengadaan dari wilayah lain. Langkah cepat ini terbukti efektif dalam menjaga kelangsungan produksi perusahaan agar tetap berjalan normal.

"Kita punya supplier dari Saudi setop. Tapi tidak lama, karena kita langsung beralih cepat. Kita juga punya supply dari ASEAN, China, Rusia. Kita bisa dengan cepat mengalihkan ke vendor-vendor tersebut. Karena itu selama perang Iran kami normal," tutur Jimmy.

Jimmy menambahkan bahwa tantangan nyata yang dirasakan pelaku industri saat ini bukanlah ketersediaan barang, melainkan tekanan harga. Lonjakan harga minyak mentah dunia secara otomatis mengerek biaya pengadaan bahan baku utama plastik.

Ketua Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI), Santoso Samudra Tan, memberikan analisis serupa terkait kondisi pasar. Menurutnya, persepsi mengenai kelangkaan lebih dipicu oleh reaksi pasar yang berlebihan terhadap gangguan logistik awal.

"Perlu digarisbawahi bahwa yang terdampak secara langsung adalah biji plastik, nafta, dan bahan baku utama bagi industri plastik. Namun, dari sisi ketersediaan, bahan baku masih relatif aman dan produksi tetap berjalan lancar," ujar Santoso.

Artikel terkait

Rekomendasi