Seorang wisudawati bernama Wahyuni Niwang Nastiti, S.Pd., berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung setelah berjuang melawan penyakit meningitis dan tumor abdomen. Momen kelulusannya menjadi viral di media sosial setelah ia membagikan kisah perjuangan kesehatannya yang berat selama masa kuliah.
Kisah inspiratif ini dilansir dari Wolipop, yang mengonfirmasi bahwa perempuan berusia 27 tahun asal Bandung tersebut merupakan lulusan program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Perjalanannya meraih gelar sarjana sempat terhambat sejak awal 2019 akibat gangguan saraf dan pencernaan serius.
Mantan kontestan ajang pencarian bakat LIDA 2018 dan KDI 2018 ini sempat tidak sadarkan diri akibat meningitis dan harus menjalani operasi besar untuk mengatasi TB Abdomen. Kondisi medis tersebut memaksanya mengambil cuti kuliah selama satu tahun penuh dan memengaruhi kemampuan kognitifnya.
"Aku tau semua orang punya perjalanan masing-masing.. Aku mengusahakan ini?" tulis akun Instagram @niwangnastiti18.
Unggahan tersebut memicu gelombang simpati dari pengguna media sosial lainnya yang juga membagikan cerita perjuangan serupa di kolom komentar.
"Selalu nangis liat ini karena aku ngerasain kak, gimana berjuang sembuh dari tb meningitis, dan aku sekarang sedang menyelesaikan perkuliahanku sambil semua yang baca," ucap pengguna Instagram @tresnawy.
Rekan kuliah Wahyuni juga memberikan kesaksian mengenai perjuangan keras yang dihadapi sang wisudawati selama berada di kampus.
"Sebagai salah satu temen seangkatan dan temen sekelas nya niwang di kampus, sedikitnya tau perjuangan niwang dari sakit sampe bener bener kemarin kita lulus bersama, dan waktu niwang nyanyiin ini aku ikut nangiss, bahagia," kata akun @agsnfthv.
Warganet lain turut memberikan dukungan moral dan mendoakan kelancaran bagi perjuangan hidup mereka masing-masing.
"Kak, mungkin aku tidak seberat kamu utk menanggung semuanya, tapi Maret nanti, semoga perangku juga usai ya," saut akun @pujihrtn.
Ucapan selamat atas keberhasilan menyelesaikan masa studi juga mengalir dari kerabat dekatnya melalui platform tersebut.
"Barakallah niwang, finally sudah bisa menuntaskan dengan sangat baikkk ƒöуÖî," timpal akun @roy_hanuddin21.
Hambatan akademis yang dihadapi Wahyuni tidak berhenti pada penyakit meningitis, karena ia juga harus menjalani operasi lanjutan akibat kista endometriosis.
"Aku harus ikut ngulang perkuliahan sama adik-adik tingkat, menghabiskan bertahun-tahun karena terkendala dalam berpikir. Di sela-sela aku ngulang mata kuliah, aku pun harus melakukan operasi kedua kalinya, karena Kista Endometriosis, yang mengharuskan satu Ovarium ku diangkat. Itu hal lain penyebab aku semakin lama menyelesaikan kuliah ku," ungkap Niwang kepada Wolipop.
Di tengah keterbatasan kognitif pasca-sakit dan situasi pandemi COVID-19, dorongan moral dari lingkungan sekitar menjadi faktor kunci kelulusannya.
"Berkat support dari keluarga dan dosen-dosen, alhamdulillah aku bisa menyelesaikan perkuliahanku. Dan lagu di akhir perang ini menjadi lagu yang sangat mewakilkan perjuanganku selama ini," lanjutnya.
Puncak perjuangan mahasiswa angkatan 2018 ini terjadi pada prosesi wisuda yang digelar tanggal 14 Februari 2026.
"Sesulit apapun, tumbuhkan kemauan untuk menyelesaikan, maka insya Allah akan selalu ada jalan. Kalaupun ternyata itu bukan jalanmu, percayalah akan ada jalan lain yang lebih mudah untuk kamu," pungkasnya.