Wahyu Agung Group Gandeng Perusahaan China Kembangkan KEK Indonesia

Wahyu Agung Group Gandeng Perusahaan China Kembangkan KEK Indonesia
Foto: Ilustrasi Wahyu Agung Group Gandeng Perusahaan China Kembangkan KEK Indonesia.

Wahyu Agung Group resmi menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan asal China di Fuzhao pada Jumat (15/5/2026) untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia. Kerja sama ini melibatkan kementerian dari kedua negara dan menyasar beberapa lokasi KEK strategis.

Pemerintah China mengucurkan investasi senilai Rp 8 triliun pada kuartal kedua tahun ini untuk penempatan di KEK Batang Jawa Tengah, Tanjung Lesung, dan Bintan, sebagaimana dilansir dari Suara. Langkah ini diinisiasi oleh Kemenko Perekonomian Airlangga Hartarto serta dihadiri pejabat kementerian kedua negara.

Selain menyetujui kucuran dana, pemerintah China menunjuk sembilan investor terkemuka di bidang otomotif, elektronik, kesehatan, hingga galangan kapal. Sembilan perusahaan Indonesia yang lolos seleksi kapabilitas juga dikolaborasikan dalam proyek ini.

Owner Wahyu Agung Group, Junianto, ikut terbang langsung ke China untuk menandatangani kesepakatan tersebut. Dia memberikan penjelasan mengenai dampak positif dari kolaborasi internasional ini bagi perekonomian domestik.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat investasi, memperluas jaringan industri, serta membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor strategis," kata Junianto.

Pihak manajemen menilai sinergi ini menjadi momentum besar untuk meningkatkan daya saing KEK di tengah kompetisi global. Kerja sama tersebut tidak hanya membawa modal besar, tetapi juga membawa dampak berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

"Juga ada sembilan perusahaan indonesia yang melalui tahap seleksi dan mempunyai kapabilitas di kolaborasikan untuk membantu percepatan kemajuan ekonomi, salah satunya Wahyu Agung Group," jelas Junianto.

Fokus kemitraan ini mencakup aspek transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja baru di sekitar kawasan industri. Aktivitas perdagangan dan industri daerah diharapkan dapat terakselerasi.

"Selain meningkatkan aktivitas industri dan perdagangan, kerja sama tersebut juga diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat investasi di kawasan Asia Tenggara," papar Junianto.

Artikel terkait

Rekomendasi