PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membidik peluang pertumbuhan bisnis kendaraan listrik melalui program elektrifikasi transportasi publik dan sektor komersial di Indonesia. Salah satu target utama perseroan adalah pengadaan armada Transjakarta yang ditargetkan mencapai 10.000 unit hingga tahun 2030, sebagaimana dilansir dari Industri pada Selasa (19/5/2026).
Perseroan menilai pasar transportasi publik di ibu kota memiliki peran krusial bagi daerah lain. Langkah ekspansi ini dilakukan seiring dengan peningkatan penjualan kendaraan listrik perusahaan yang mencatat kenaikan signifikan sebesar 60 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
ÔÇ£Transjakarta ini adalah model benchmarking bagi daerah-daerah lain di Indonesia,ÔÇØ ujar Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa realisasi pengadaan unit bus listrik ini akan berjalan secara bertahap. Proses tersebut mencakup penyediaan bus berukuran besar, sedang, hingga kecil, yang pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kebijakan anggaran daerah terkait.
ÔÇ£Pelaksanaannya sangat tergantung dari beliau-beliau di Transjakarta. Jadi masalah pengajuan anggaran mereka ke DPRD, misalnya anggaran tahunannya masih belum sepenuhnya disetujui,ÔÇØ kata Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Selain menyasar sektor transportasi massal di perkotaan, VKTR juga memperluas jangkauan pasarnya ke wilayah luar Pulau Jawa. Perusahaan menangkap minat yang tinggi dari para pelaku industri di sektor pertambangan, perkebunan, dan logistik untuk beralih dari armada konvensional.
ÔÇ£Dari segmen pertambangan, segmen perkebunan, segmen logistik, apalagi kalau ngomong di luar Pulau Jawa, mereka sangat tertarik untuk segera melakukan konversi dari diesel menuju electric vehicle,ÔÇØ ujar Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Faktor pendorong ketertarikan konversi ke kendaraan listrik di luar Jawa tersebut dipengaruhi oleh tingginya harga serta keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Saat ini VKTR telah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen untuk memperkuat posisi kompetitifnya.
ÔÇ£Mudah-mudahan kita bisa menjadi preferred supplier untuk Transjakarta,ÔÇØ kata Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Guna memperkuat strategi menangkap peluang elektrifikasi, VKTR melakukan penyegaran dalam struktur manajemen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perusahaan secara resmi menunjuk mantan Direktur Utama Transjakarta, Mochamad Yana Aditya, masuk ke dalam jajaran direksi.
ÔÇ£Saya yakin dengan ada tambahan di sini juga dari yang baru ada Pak Yana, dengan ekspertis masing-masing, semakin memperkuat VKTR,ÔÇØ ujar Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Bergabungnya manajemen baru ini membawa optimisme terhadap capaian finansial perusahaan pada periode berjalan. Laba neto perseroan pada tahun 2025 tercatat positif dan lebih tinggi dari pencapaian tahun 2024.
ÔÇ£Sebetulnya 2025 itu laba neto kita ini positif, lebih tinggi dari tahun 2024. Dan untuk pendapatan 2026 InsyaAllah naik,ÔÇØ ungkap Mochamad Yana Aditya, Direktur VKTR.
Hingga April 2026, VKTR telah merampungkan sisa pengiriman dari total pesanan 80 unit bus listrik untuk Transjakarta, setelah sebelumnya menyelesaikan 50 unit pada 2025. Seluruh armada kendaraan listrik produksi VKTR kini telah mencatat jarak tempuh operasional melampaui 17 juta kilometer serta berkontribusi mengurangi emisi karbon hingga 15.000 ton CO2.