Viral Video Transformasi Wajah Farah Asal Malaysia Akibat Hormon Kehamilan

Viral Video Transformasi Wajah Farah Asal Malaysia Akibat Hormon Kehamilan
Foto: Ilustrasi Viral Video Transformasi Wajah Farah Asal Malaysia Akibat Hormon Kehamilan.

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan perubahan drastis pada wajah seorang wanita asal Malaysia bernama Farah sebelum dan sesudah mengandung menjadi viral di media sosial. Melalui akun Instagram @farahf4izal, dirinya membagikan secara terbuka perjuangan berat menghadapi masalah kulit ekstrem selama masa kehamilan, seperti dilansir dari Wolipop.

Kondisi medis kehamilan Farah sebenarnya dinyatakan sehat oleh dokter. Namun, perubahan hormon membuat kulit wajahnya mengalami penurunan kondisi yang sangat ekstrem hingga ia merasa kesulitan mengenali parasnya sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menjalani perawatan laser serta lebih selektif dalam menentukan produk perawatan kulit yang aman.

"Melihat-lihat isi ponselku dan betapa aku merindukan 'dia' (diriku yang dulu), Di sini lah aku sekarang, masih berjuang dan bertahan untuk mengembalikan penampilannya seperti semula," tulisnya dalam unggahan yang kini banjir dukungan dari sesama ibu di dunia maya.

Pada awal masa kehamilan, Farah sempat mengunggah foto masa lalunya yang memiliki kulit bersih tanpa noda. Perubahan drastis mulai terjadi pada area wajah ketika usia kandungannya memasuki bulan kelima. Proses pemulihan setelah melahirkan pun tidak berlangsung secara instan, sehingga ia harus berupaya keras memperbaiki lapisan pelindung kulit serta mengembalikan rasa percaya dirinya melalui perawatan intensif.

Tayangan video tersebut mendapat perhatian besar di platform Instagram dan telah ditonton lebih dari 9,9 juta kali. Banyak pengguna internet yang kemudian meninggalkan pesan positif untuk memberikan semangat kepada Farah.

"Sperma-nya tidak sehat. Wanita, pastikan pria Anda makan makanan sehat dan menjaga dirinya sendiri, atau Anda mungkin akan mengalami reaksi buruk terhadap sperma-nya," ucap akun @debxxa.

"Kamu selalu cantik," ujar akun @xan.ng.

"Kamu keren kakak," saut akun @maharani_putri_dewi.

Perubahan fisik yang terjadi secara mendadak ini diakui memberikan beban psikologis yang cukup berat bagi Farah. Ia menyampaikan bahwa komentar negatif dari sebagian pengguna media sosial yang meremehkan efek hormon kehamilan turut memengaruhi kondisi kesehatan mentalnya.

"Itu memang mempengaruhi kesehatan mental saya ketika beberapa dari kalian mengabaikan apa yang hormon kehamilan dapat lakukan terhadap tubuh, kulit, dan emosi wanita," ungkap Farah dengan jujur.

Farah juga mengkritik standar kecantikan di media sosial yang sering kali dianggap tidak realistis bagi kaum perempuan. Menanggapi desakan netizen yang ingin melihat penampilannya tanpa rekayasa, ia menegaskan bahwa ketidaksempurnaan fisik merupakan hal yang wajar bagi manusia.

"Ya, saya punya bekas jerawat. Ya, kulit saya memiliki tekstur. Karena aku manusia, bukan boneka Barbie. Kulit asli memiliki tekstur. Orang-orang sejati mengalami perubahan. Dan karena begitu banyak dari kalian yang terobsesi melihat saya tanpa filter? Di sini aku," lanjutnya.

Bagi Farah, penggunaan filter digital maupun riasan kosmetik di media sosial bukan bertujuan untuk membohongi publik. Tindakan tersebut merupakan caranya untuk mencari kenyamanan diri saat melewati fase hidup yang berat.

"Tidak apa-apa untuk merasa tidak aman. Tidak apa-apa menggunakan filter. Itu tidak berarti aku menyembunyikan siapa diriku. Filter tidak mengubah identitas saya, mereka hanya memperlancar apa yang sering dilebih-lebihkan oleh kamera. Ini masih aku, masih wajahku, masih kebenaranku," tegas Farah.

Ia juga menolak pandangan negatif yang menyebut penggunaan kosmetik dilakukan karena rasa malu terhadap kondisi fisik. Menurutnya, merias wajah adalah bagian dari ekspresi diri yang positif.

"Dan jika menurutmu aku memakai riasan terlalu banyak? So what? Makeup bukan lah topeng. Ini adalah bentuk ekspresi, cinta diri. Ingin merasa cantik bukan berarti saya malu pada diri sendiri. Itu berarti aku peduli. Itu berarti aku manusia. Itu tidak membuatku kurang nyata," pungkas Farah.

Artikel terkait

Rekomendasi